Lestarikan Budaya, Penggiat Seni Anjau Silau ke Kotaagung - RILIS.ID
Lestarikan Budaya, Penggiat Seni Anjau Silau ke Kotaagung
[email protected]
Selasa | 22/10/2019 22.32 WIB
Lestarikan Budaya, Penggiat Seni Anjau Silau ke Kotaagung
Suasana anjau silau penggiat seni Bandarlampung marga Telukbetung ke Pekon Negeriratu, Kotaagung, Tanggamus, Minggu (20/10/2019). FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Tanggamus – Penggiat seni Bandarlampung marga Telukbetung mengunjungi Pekon Negeriratu, Kotaagung, Tanggamus, Minggu (20/10/2019).

Pekon itu masyarakatnya masih menjunjung tinggi adat, budaya, dan tradisi Lampung. Salah satunya adalah Tari Bedana.

Anjau silau penggiat seni Ridwan Hawari Raja Maulana, Syahroni Minak Mangkuta, dan Andiwijaya tersebut menempuh perjalanan selama tiga jam.

Adalah budayawan Tanggamus Nazori, Ibrahim, Hermanto, Suhaimi, dan penggiat andan jejama senibudaya Semaka yang menyambut.

Banyak sekali tarian yang disuguhkan. Antaranya Bedana, Piccak Khakot, Tari Ngampoh, Tari Mepoh Duwai, Tari Piring Duabelas, Tari Payung, Tari Slendang, Dzikir Lama, Dzikir Baru, dan gambus tunggal.

Masyarakat pekon yang hadir di antaranya dari Negara Batin, Kejadian, Tebabunuk, dan Talagening.

”Sebenarnya masih banyak lagi pekon-pekon yang aktif melestarikan senibudaya Teluk Semaka,” papar Andi Wijaya, salah satu penggiat seni marga Telukbetung.

Budayawan Nazori Adok Khadin Purbasa Lidah Batin sendiri, saat ini membina enam kecamatan. Yakni Kotaagung, Kotaagung Barat, Wonosobo, Bandarnegeri Semuong, Semaka, dan Pematangsawa.

”Semua kegiatan ini dijalankan dengan kemauan sendiri tanpa campur tangan Pemkab Tanggamus. Sementara respons muda-mudi sangat antusias dan bangga bisa mempelajari kesenian budayanya sendiri,” puji Andi.

Dia berharap budaya seperti Tari Bedana dapat terus dilestarikan dan pada akhirnya diwariskan ke anak cucu.

”Mereka rela menyisihkan waktu, tenaga, uang, dan pikiran untuk melestarikan budaya Tari Bedana. Walau terkadang kebutuhan makan-minum anak sekolah menjadi kendala, tapi semangat mereka tak pernah surut,” papar Andi. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID