Limbah Karet Cemari Sungai, BPLHD Diminta Beri Sanksi - RILIS.ID
Limbah Karet Cemari Sungai, BPLHD Diminta Beri Sanksi
Taufik Walhidayah
Selasa | 02/07/2019 18.23 WIB
Limbah Karet Cemari Sungai, BPLHD Diminta Beri Sanksi
Kondisi aliran irigasi di Tiyuh Mulyajaya, Tubaba. FOTO JONI EFENDI/RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, Tulangbawang Barat – Ketua Komisi III DPRD Tulangbawang Barat (Tubaba) Paisol mendesak Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) setempat memberikan sanksi tegas kepada pemilik lapak karet yang membuang limbahnya ke saluran irigasi atau sungai di Tiyuh Mulyajaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Menurutnya, sanksi tegas berupa penutupan sementara sudah semestinya dilakukan pemerintah daerah melalui OPD terkait. Apalagi sang pemilik belum mengantongi izin.

“Ini berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, pada pasal 18 tentang perizinan dan pasal 25 tentang sanksi. Serta Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pasal 98, pasal 99 dan pasal 102,” terangnya, Selasa (2/7/2019).

Paisol menyarankan BPLHD turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi tersebut.

“Bila mana benar melanggar UU No. 23 Tahun 1997, maka wajib ditutup dan dihentikan sementara aktivitasnya," ujarnya.

Sebabnya, lanjut Paisol, limbah karet bukan hanya merusak tanaman padi. Melainkan juga mencemari air minum warga yang bersumber dari sumur.

“Air yang diminum warga akan mengakibatkan kanker, karena limbah mengandung zat kimia yang berbahaya terhadap kesehatan warga," tuturnya.

Diketahui, salah satu lapak karet yang berada di Tiyuh Mulyajaya membuang limbahnya ke aliran irigasi. Baca: Berdalih Bisa Usir Tikus, Pemilik Lapak Karet Buang Limbah ke Irigasi

Alhasil, karena pembuangan limbah tersebut, udara di sekitar aliran irigasi tersebut berbau tak sedap.

Susilo, pemilik lapak karet tersebut saat di konfirmasi mengakui pembuangan limbah ke irigasi memakai Alkon alat penyedot air.

”Ya memang mas, limbahnya kami buang ke aliran irigasi. Karena, katanya ampuh untuk mengusir tikus di tanaman padi,” kelitnya saat dikonfirmasi, Senin (1/7/2019).

Susilo juga mengakui, pemilik lapak di RK 02 hanya mengantongi surat izin dari Tiyuh dan izin warga setempat. Sementara, izin SIUP/SITU dan izin limbah belum dimiliki.

”Saya cuma punya surat itu dari Tiyuh Mulyajaya dan ijin warga. Saya kira dengan surat itu sudah cukup,” katanya.

Sementara, salah satu warga setempat yang enggan namanya disebutkan merasa terganggu dengan adanya bau limbah karet tersebut saat melewati irigasi.

”Karena, kalau mau ke ladang, kami melewati jembatan yang di bawahnya aliran irigasi,” keluhnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID