Lokakarya dan UKW, Bahas Investigasi sampai Kompetensi Dewan Pers - RILIS.ID
Lokakarya dan UKW, Bahas Investigasi sampai Kompetensi Dewan Pers
Gueade
Senin | 23/04/2018 21.41 WIB
Lokakarya dan UKW, Bahas Investigasi sampai Kompetensi Dewan Pers
Wartawan senior, Jufri Alkatiri, saat memaparkan materi di Lokakarya dan UKW di Kantor Rilislampung.id, Senin (23/4/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Segan Simanjuntak

RILIS.ID, Bandarlampung – Sesi ketiga Lokakarya dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kantor Rilislampung.id, Senin (23/4/2018), berjalan seru. Para pemateri memberi pemaparan yang klir sehingga membuka wawasan seluruh peserta.

Wartawan senior, Jufri Alkatiri, memaparkan materi Penerapan Indepth Reporting, Opini di Balik Fakta. Menurut dia, investigasi kerap memilih dua hal. Pertama, kesalahan orang (pekerja) atau sistem. Kedua, kesalahan keseluruhan sistem.

Dosen Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) itu menjelaskan, investigative reporting adalah fase kelanjutan dari indepth reporting. Dalam melakukan indepth reporting  seorang  jurnalis bisa berangkat praktis dari nol atau sekadar membaca kliping koran.

”Setelah membekali diri dari berbagai sumber dan analisis,  barulah  dia melakukan liputan lanjutan  yang bersifat  investigatif. Membongkar kejahatan atau kasus yang menyangkut kepentingan masyarakat,” paparnya.

Sementara, Priyambodo, dari Antara menyoroti persoalan gugatan ke Dewan Pers yang menyatakan lembaga itu tidak berwenang mengadakan UKW.

Berdasarkan pembicaraan dengan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), BNSP menyerahkan masalah UKW kepada Dewan Pers. Ini sebagaimana amanat UU Pers Nomor 40 tahun 1999.

”Memang tidak ada hitam di atas putih. Tapi dari BNSP mengatakan hal itu tidak perlu karena sudah secara jelas diterangkan dalam UU Pers dimaksud. Jadi, Dewan Pers sangat berkompeten untuk menggelar UKW,” tandasnya. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID