Lolos dari Tsunami, Bertahan Hidup 8 Hari dengan Makan Biji Ketapang - RILIS.ID
Lolos dari Tsunami, Bertahan Hidup 8 Hari dengan Makan Biji Ketapang
Bayumi Adinata
Senin | 31/12/2018 13.12 WIB
Lolos dari Tsunami, Bertahan Hidup 8 Hari dengan Makan Biji Ketapang
Nelayan bernama Ari Agus Arman Harianto (24) Jalan Sukaraja, Desa Kenari, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung saat dievakuasi. Foto: humas Basarnas

RILIS.ID, Lampung Selatan – Kapal perang KRI Rigel 933 menyelamatkan seorang nelayan bernama Ari Agus Arman Harianto (24), warga Jalan Sukaraja Desa Kenali Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel).

Dia ditemukan di Pulau Panjang kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), setelah selamat dari tsunami senyap yang menghantam perairan Lamsel pada Sabtu (22/12/2018) lalu.

Kondisinya stabil meski kurang asupan makanan. Selama delapan hari ia bertahan hidup hanya dengan makan biji ketapang serta minum dari botol sisa air mineral yang mengapung di laut.

”Pria ini ditemukan saat KRI Rigel 933 melaksanakan survei ke GAK pada Minggu (30/12/2018),” jelas Humas Basarnas Lampung, Deni Kurniawan, kepada rilislampung.id, Senin (31/12/2018).

Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki kemudian memerintahkan Kepala Balai Pengobatan Lanal Banten mengirimkan ambulans untuk menjemput nelayan tersebut.

”KRI Rigel 933 kemudian sandar di Dermaga PT Indah Kiat Merak. Setelah masuk ambulans, lelaki ini dibawa ke UPTD Puskesmas untuk mendapat penanganan," jelasnya.

Pada saat dievakuasi, Ari sempat bercerita dirinya selamat dari terjangan tsunami dengan memegang bekas perahunya. Ia saat itu sedang memancing ikan.

"Alhamdulillah korban sudah tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lamsel," terang Deni melalui siaran pers, Senin (31/12/2018).

Diketahui, KRI Rigel adalah kapal Bantu Hidro Oseanografi (BHO) dengan Komandan Letkol Laut (P) Agus Triyana. Merupakan kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV) dengan peralatan survei canggih.

Di antaranya, Side Scan Sonar, Automatic Weather Station, Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, Peralatan Conductivity Temperatureand Depth (CTD), serta Gravity Cores dan juga dilengkapi Boat Sounding (SV). (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID