Manfaat Kebiasaan Minum Kopi Bagi Kesehatan - RILIS.ID
Manfaat Kebiasaan Minum Kopi Bagi Kesehatan
[email protected]
Kamis | 07/02/2019 20.03 WIB
Manfaat Kebiasaan Minum Kopi Bagi Kesehatan
DR. dr. Khairun Nisa Berawi, M.Kes

BEBERAPA tahun terakhir, kebiasaan minum kopi telah menjadi salah satu hal yang paling banyak diteliti dan sebagian besar hasil penelitian yang dipublikasi mengatakan baik bagi kesehatan. Kebiasaan minum kopi, tiga sampai empat cangkir per hari, dihubungan dengan usia yang lebih panjang.

Pada Jurnal Circulation November 2015, suatu penelitian menemukan bahwa konsumsi kopi berhubungan dengan penurunan risiko kematian dari 8% menjadi 15%.

Penelitian lain menemukan bahwa kebiasaan minum kopi dengan dosis moderat 3-5 cangkir perhari, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (termasuk serangan jantung, gagal jantung, dan stroke),  diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, kanker rahim dan hati, kanker kulit, kanker prostat, Sirosis,  gangguan saraf, juga encok atau rematik.

Hasil ditemukan lebih bermakna pada partisipan  yang bukan perokok dan menggunakan kopi yang berkafein. Kopi bahkan dinyatakan memiliki efek anti depresi, meningkatkan kewaspadaan dan menurunkan risiko bunuh diri selama dikonsumsi dalam dosis moderat.

Kopi mengandung berbagai senyawa aktif selain kafein seperti asam klorogenik, lignan, quinida, trigonelin, dan magnesium yang secara umum mengurangi resistensi insulin yang memicu diabetes melitus atau kencing manis juga mengurangi peradangan.

Para peneliti menemukan bahwa para partisipan yang meningkatkan asupan kopi mereka lebih dari satu cangkir sehari (rata-rata, peningkatan 1,69 cangkir per hari) selama periode 4 tahun memiliki risiko diabetes tipe 2 11% lebih rendah selama 4 tahun berikutnya, dibandingkan dengan orang yang tidak mengubah asupannya.

Kafein dalam kopi selain meningkatkan aktifitas adrenalin dan derivatnya terbukti melemahkan toksin saraf (neurotoxin) 1-metil-4-metil-1,2,3,6-tetrahidropiridin (MPTP) sehingga mengurangi gejala parkinson bahkan berefek antidepresan. Menurut sebuah penelitian di Lembaga Penelitian Pusat Kesehatan Universitas McGill (RI MUHC) dalam jurnal Neurology, kafein dalam kopi dapat membantu mengontrol pergerakan pada orang yang menderita Parkinson.

Peneliti Italia menemukan bahwa konsumsi kopi menurunkan risiko kanker hati sekitar 40%. Selain itu, beberapa hasil menunjukkan bahwa jika Anda minum tiga cangkir sehari, risikonya berkurang lebih dari 50%. Penelitian di Program Perawatan Medis Kaiser Permanente, California, AS melaporkan konsumsi kopi dapat menurunkan kejadian sirosis hati untuk peminum alkohol sebesar 22%. 

Menurut penelitian dalam jurnal Hepatology, April 2014, menyatakan bahwa minum dua atau lebih cangkir kopi setiap hari dapat mengurangi risiko kematian akibat sirosis hati sebesar 66%

Kopi adalah sumber antioksidan nomor satu di AS, menurut para peneliti di University of Scranton. Para peneliti di Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) dan Harvard School of Public Health, menyimpulkan bahwa minum kopi dalam dosis moderate melindungi terhadap gagal jantung sekitar 2 cangkir Eropa (setara dengan dua porsi 8 ons Amerika) per hari.

Orang yang minum empat cangkir Eropa setiap hari memiliki risiko 11% lebih rendah mengalami gagal jantung, dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Risiko ini tidak berbeda antara kopi berkafein atau tidak termasuk kadar antioksidannya. Kopi hitam biasa (tanpa susu atau krim) memiliki jumlah kalori yang sangat rendah. Secangkir kopi hitam khas hanya mengandung sekitar 2 kalori. Sehingga cukup aman bagi pelaku diet.

Sejumlah penelitian menemukan juga pengaruh konsumsi kopi dengan masalah kesehatan khususnya bila dikonsumsi secara berlebihan.

Dosis harian sebaiknya disesuaikan dengan status kesehatan dan toleransi personal. Beberapa masalah kesehatan yang dihubungkan dengan konsumsi kopi, termasuk: kanker kandung kemih dan pankreas, kanker kerongkongan yang ternyata dihubungkan dengan pola kebiasaaan meminum kopi dengan suhu lebih tinggi dari 149 ° F, penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) tetapi efeknya menjadi terbalik bila diminum dengan dosis moderat (3-5 cangkir perhari).

Efek samping lainnya lebih minimal tetapi cukup mengganggu seperti dapat mengganggu tidur, menyebabkan perasaan "cepat" atau gelisah, dan bahkan kecemasan, mules, sering buang air kecil (karena kafein bersifat diuretik), dan jantung berdebar akibat toleransi atau status kesehatan saat meminum kopi pada beberapa peminum kopi.

Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Nevada melaporkan dalam British Journal of Pharmacology bahwa kopi biasa dapat mengurangi peluang seorang wanita untuk hamil sehingga wanita yang berencana hamil harus berhati-hati.

WHO dalam laporan Juni 2016,  secara resmi menghilangkan kopi dari daftar makanan yang berpotensi karsinogenik bahkan kopi berpotensi melindungi terhadap kanker rahim dan hati.

The 2015 Dietary Guidelines Advisory Committee (USA) menyatakan bahwa “konsumsi kopi moderat (tiga hingga lima cangkir per hari) dapat dimasukkan ke dalam pola makan yang sehat. World Cancer Research Fund International menyimpulkan bahwa konsumsi kopi dihubungkan dengan risiko yang lebih rendah dari beberapa jenis kanker.

Jadi dengan manfaat yang demikian banyak bila dikonsumsi dengan dosis harian yang tepat, kopi mungkin bisa kita masukan sebagai bagian asupan sehat harian. walaupun dosisnya tetap harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan toleransi tubuh dari si peminum kopi.(*)

#HAPPYLEARNING

(DR. dr. Khairun Nisa Berawi, M.Kes)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID