Menegangkan! Film Anti Mainstream Diputar di Wisma Haji - RILIS.ID
Menegangkan! Film Anti Mainstream Diputar di Wisma Haji

Minggu | 01/07/2018 17.16 WIB
Menegangkan! Film Anti Mainstream Diputar di Wisma Haji
Puluhan mahasiswa, pelajar, masyarakat umum, serta komunitas nonton bareng di Wisma Haji Lungsir, Kompleks Masjid Al-Furqon, Bandarlampung, Minggu (1/7/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Klub Nonton dan Komunitas Dongeng Dakocan menggelar nonton bareng di Wisma Haji Lungsir, Kompleks Masjid Al-Furqon, Bandarlampung, Minggu (1/7/2018).

Acara nonton bareng yang bekerjasama dengan rilislampung.id ini, dihadiri kurang lebih puluhan mahasiswa, pelajar, masyarakat umum, dan komunitas.

Ada dua film yang diputar oleh Klub Nonton dan Komunitas Dongeng Dakocan. Yakni ”Mobil Bekas dan Kisah-Kisah dalam Putaran” (The Carousel Never Stops Turning) dan ”Ziarah” (The Tales of The Otherwords).

Untuk film Mobil Bekas dan Kisah-Kisah dalam Putaran diputar mulai pukul 10.30 WIB. Film disutradarai Ismail Basbeth dengan lokasi syuting di Jogjakarta.

Film diperankan mantan penyanyi cilik Dea Ananda bersama  Karina Salim, Chicco Jerico, Verdi Solaiman, Natasha Gott, Sekar Sari, dan Cornelio Sunny.

Film menceritakan tentang Sunny yang mencintai mobil jeep-nya terlalu dalam.

Sedangkan, Chicco dan Karina merupakan pasangan baru menikah yang dihantui trauma atas pemerkosaan Karina. Mereka tidak juga mampu bercinta meski telah resmi menikah.

Akhirnya, Chicco dibunuh oleh Karina dengan kapak miliknya karena frustasi tidak pernah mendapat perhatian oleh Chicco.

Sementara Dea Ananda, perempuan yang hidup dan menghidupi serta percaya hanya melalui cinta dan musik dunia bisa terselamatkan.

Sedangkan Natasha yang telah kehilangan semuanya, hidup sebatang kara, bertahan hidup dalam kesunyian malam. Dan Sekar, penuh benci dan dendam, membakar apapun yang ditemuinya.

Verdi berperan sebagai hantu di dalam mobil yang bergentayangan, penasaran. Ia mati ditabrak ketika bersepeda di jalan saat hendak menjemput istrinya.

Salah seorang penonton, Mispaldi (39), mengatakan film ini boleh dibilang anti mainstream, karena menceritakan hal yang kurang lazim. Seperti seseorang yang begitu cinta dengan sebuah mobil. (*)

Editor Gueade


Tags
#film
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID