Mengaku Personel Polda, Tawarkan Damai Kasus Garam 3 Permata - RILIS.ID
Mengaku Personel Polda, Tawarkan Damai Kasus Garam 3 Permata
El Shinta
Jumat | 14/09/2018 20.49 WIB
Mengaku Personel Polda, Tawarkan Damai Kasus Garam 3 Permata
Gudang garam tiga permata di Sukabumi. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, – Pasca ekspose penyitaan garam merek Tiga Permata yang dipimpin Wakapolda Lampung Brigjen Romano Yoyol di Mapolda Lampung pada Kamis (12/9/2018), Rian Hidayat (24) sebagai anak pemilik garam kemasan tersebut, Ariyanto, mengaku ditelepon oleh oknum yang mengatasnamakan polisi.

Menurut Rian, yang menelepon semuanya mengaku polisi dari Polda Lampung.

Telepon pertama, mengaku AKP Eko dari Polda Lampung yang menawarkan ‘kasusnya itu mau dibantu atau bagaimana?’

“Saya bilang maksudnya gimana karena saya sudah mengurus dengan AKP Yohanes, dia bilang Yohanes itu bawahannya, katanya ya sudah nanti dihubungi lagi," cerita Rian seraya menirukan percakapan tersebut, Jumat (13/9/2018).

Dia mengaku pasca telepon pertama tersebut, beberapa panggilan telepon dengan nomor dan suara berbeda silih berganti.

"Semuanya mengaku dari polisi Polda Lampung, entah itu benar atau tidaknya. Seperti banyak yang mau bermain-main dengan masalah ini. Sayangnya saya nggak merekam semua panggilan itu," pungkasnya saat ditemui di kediamannya, di Jalan Wala Abadi RT 01 Kampung Kroy, Waylaga, Sukabumi.

Baca Juga: Pemilik Garam Tiga Permata Mengaku Tengah Urus Perizinan

Senada juga diungkapkan Lurah Waylaga, Dumta. Ia juga diteelpon seseorang yang mengaku aparat kepolisian.

"Dia bilang jabatannya wadir apa gitu, saya lupa namanya siapa. Dia bilang ada warga saya namanya Arianto pengusaha garam yang ditangkap. Saya langsung kroscek ke orangnya, ternyata yang dimaksud lagi ngaji," ungkapnya.

Gumta juga menyayangkan penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisiann.

"Seharusnya mereka ini kan dibina, bukan main disita atau ditangkap. Kalau bandar narkoba saya sangat setuju, bila perlu ditembak mati sekalian. Ini kan orang usaha, mau cari makan dan tidak berbahaya," ujarnya. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID