Minta Tambah Anggaran, Yakin Alay-Satono Masih di Indonesia - RILIS.ID
Minta Tambah Anggaran, Yakin Alay-Satono Masih di Indonesia
Bayumi Adinata
Rabu, 2018/03/14 10.01
Minta Tambah Anggaran, Yakin Alay-Satono Masih di Indonesia
Mantan Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Lampung Leonard Eben Ezer Simanjuntak Saat memberikan keterangan usai pisah sambut, Selasa (13/3/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Mantan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Asintel Kejati) Lampung Leonard Eben Ezer Simanjuntak buka-bukaan soal sulit menangkap dua buronan kelas kakap Alay dan Satono tiga tahun belakangan. Anggaran yang hanya Rp100 juta untuk seluruh kegiatan selama setahun,  membuat pihaknya sulit bergerak.

”Misalnya begini, ada informasi yang mengatakan mantan bupati Lampung Timur Satono berada di sebuah daerah. Karena keterbatasan anggaran kita tidak bisa pergi. Beda dengan instansi lain, hanya kejaksaan yang anggarannya sedikit,” beber Leo –sapaan akrabnya, kepada rilislampung.id, Selasa (13/3/2018).

Mantan Bos Tripanca Grup Sugiarto Wiharjo alias Alay kabur setelah divonis 18 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) terkait kasus korupsi APBD Lampung Timur (Lamtim) senilai Rp108 miliar. Sementara mantan Bupati Lamtim, Satono divonis 15 tahun penjara karena membobol kas APBD Lamtim Rp119 miliar.

Meski berdalih soal minimnya anggaran, Leo menyatakan hal itu bukan kendala. Pihaknya tetap melaksanakan tugas. ”Apapun kita siap walau terkadang anak buah kita saja sampai kekurangan uang makan di lapangan saat mencari buronan kasus korupsi,” keluhnya. Dia karenanya meminta pemerintah pusat menambah anggaran di Asintel Kejati Lampung agar pencarian buron maksimal.

Upaya mencari dua buronan itu juga dilakukan lewat komunikasi dengan pihak keluarga. Termasuk melibatkan intelijen di semua kabupaten/kota. ”Rencananya kami di bawah kepemimpinan Asinten baru, Raja Sakti Harahap kembali memasang foto kedua buronan tersebut di 28 titik baik di Lampung maupun luar provinsi ini. Mereka kami yakini masih ada di sini (Indonesia), bukan di luar negeri,” terangnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)