Mobil Perampok Pedagang Sembako Ditemukan Kosong - RILIS.ID
Mobil Perampok Pedagang Sembako Ditemukan Kosong
Gueade
Selasa | 24/04/2018 21.53 WIB
Mobil Perampok Pedagang Sembako Ditemukan Kosong
Kondisi korban di RSUD Sukadana pasca-perampokan, Minggu (22/4/2018). FOTO: DOKUMEN KELUARGA

RILIS.ID, Lampung Timur – Jajaran Polsek Jabung, Lampung Timur menemukan mobil Toyota Avanza yang dipergunakan tiga perampok pedagang sembako di Wayjepara, Lamtim, Selasa (24/4/2018). Kendaraan ditemukan dalam keadaan kosong.

Menantu korban, Ryan Hidayat, memperoleh informasi itu dari aparat kepolisian. ”Iya, saya dapat info itu dari Kanit Reskrim Bripka Tatag Ari Martanto,” kata Ryan kepada rilislampung.id.

Berdasar keterangan Tatag, aparat Polsek Jabung telah menerjunkan tiga tim. Mereka menutup seluruh tempat yang diperkirakan dipergunakan tiga tersangka untuk melarikan diri. Semisal di Pelabuhan Bakauheni dan Bandara Radin Inten II.

”Dari keterangannya juga, salah satu tersangka ternyata masih SMA,” jelas Ryan. Sayang hingga berita diturunkan, Bripka Tatag Ari tidak dapat dihubungi. Telepon selularnya di nomor 082281500XXX tidak aktif.

Pedagang dimaksud bernama Siti Muzainah yang dirampok karyawan perempuannya sendiri, Sela, di Dusun Betengsari Desa Betengsari, Jabung, pukul 21.00 WIB, Minggu (22/4/2018).

Akibat kejadian itu, korban yang berdagang sembako dan pakaian di pasar setempat tersebut luka parah di kepala. Dia beberapa kali dihajar dengan benda tumpul.

Menurut keterangan korban, Sela tidak datang sendiri. Tapi bersama suami dan tersangka yang masih pelajar itu. Sela tinggal di desa tetangga, yakni Umbul Saim. Kepada korban, Sela beralasan hendak mengambil bunga di depan rumah korban untuk anak perempuannya.

Tanpa curiga, korban mempersilakan ketiganya masuk. Sehari-hari, Sela membantunya berdagang di toko. ”Karena sudah dianggap anak, jadi mereka dijamu, dikasih makan-minum,” papar Ryan.

Saat korban hendak ke belakang, mendadak salah seorang dari tamu memukul kepala wanita tersebut sebanyak antara lima sampai enam kali.

”Ketika dipukul pertama itu, ada suara perempuan yang ngomong, ’Pukul terus!’ Tapi, Ibu pura-pura mati. Bahkan salah satu dari mereka sempat meraba denyut nadinya,” papar Ryan.

Mungkin karena panik takut ketahuan warga, mereka tidak teliti dan benar-benar menyangka korban telah meninggal dunia. ”Kata Ibu, dia sempat mendengar suara Sela bicara, ’Maafin saya Bu, saya hanya disuruh’,” tiru Ryan.

Ketiga tersangka meninggalkan rumah dengan membawa dua handphone milik korban.  Dua kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berisi uang sekitar Rp2 juta ikut dijarah.

Kondisi korban yang dirawat di RSUD Sukadana, Lamtim sendiri mulai membaik. Dia sudah sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Hanya, bagian kepalanya masih memar. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID