Nadira Periang Mendadak Lesu, Ternyata Bocah asal Lamteng Ini Terjangkit Difteri - RILIS.ID

Nadira Periang Mendadak Lesu, Ternyata Bocah asal Lamteng Ini Terjangkit Difteri
El Shinta
Senin | 11/02/2019 16.53 WIB
Nadira Periang Mendadak Lesu, Ternyata Bocah asal Lamteng Ini Terjangkit Difteri
Penjaga ruang isolasi menunjukkan kamar Nadira melalui kamera pengawas di ruang isolasi RSUDAM, Senin (11/2/2019). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Nadira Putri Anjani (3), warga Terbanggi Ilir, Lampung Tengah masih terbaring lemas di kamar nomor 1 Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandarlampung, Senin (11/2/2019). Ia dinyatakan mengidap penyakit menular, difteri.

Sang ibunda, Maryatun (52) mengatakan penyakit yang disebabkan oleh virus corynebacterium diphtheriae bermula saat badan Nadira panas pada Minggu (3/2/2019) lalu.

Nadira yang dikenal periang, tiba-tiba terlihat lesu dan mengeluh pusing.

"Saya kira masih panas biasa, hanya saya beri obat penurun panas karena suhunya 38,6 derajat celcius. Saya sempat periksa anak saya ngeluh kemaluannya sakit dan berdarah. Sampai hari Rabu saya akhirnya bawa ke puskesmas untuk memeriksa, ternyata kemaluannya memang luka dan demam biasa," kata Maryatun saat ditemui di ruang isolasi.

Pasca berobat dari puskesmas, panas tubuh Nadira tidak kunjung turun. Pada Jumat sore, nafas Nadira mulai tak wajar karena mengeluarkan bunyi seperti angsa saat menarik nafas.

"Setelah diminumin obat nafasnya itu bunyi ngiiikk yang kuat seperti angsa, tulang rusuknya seperti menonjol saat menarik nafas. Akhirnya kami bawa ke rumah sakit dan masuk UGD, sempat dioper sampai empat rumah sakit sampai akhirnya kata dokter Nadira kena difteri. Karena muncul selaput warna putih ditenggorokannya," terangnya.

Maryatun langsung menuju RSUAM, lantaran satu-satunya rumah sakit yang memiliki fasilitas ruang isolasi.
"Sampai di sini langsung ditangani serius dan masuk ruang isolasi. Alhamdulillah keadaannya sudah membaik, ini dia sudah bisa nangis. Kemarin datang ke sini sudah lemas dan gak merespon lagi ketika dikasih penanganan medis," pungkasnya.

Sementara pengawas ruang isolasi, Ali Hanani, mengatakan pihaknya sudah mengirimkan selaput pada tenggorokan Nadira ke Jakarta. 

"Kami kirim selaputnya untuk dicek lab Jakarta, sekitar dua minggu baru bisa ketahuan hasilnya. Tapi kondisi saat ini sudah membaik," singkatnya.(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID