Nama Baru - RILIS.ID
Nama Baru
Wirahadikusumah
Jumat | 10/01/2020 06.30 WIB
Nama Baru
Oleh: Wirahadikusumah

Saya sempat bingung. Saat mengedit laporan berita kawan saya. Selasa (7/1/2020).

Sebab, saya menemukan nama-nama instansi baru di Pemprov Lampung dalam laporan beritanya. 

Contohnya Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi. Setahu saya, dinas ini tadinya bernama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang..

Tentu sebagai penanggung jawab halaman, hal itu langsung saya tanyakan kepada kawan saya tersebut.

Saat itu, ia mengatakan, ada perubahan nama baru pada beberapa instansi di Pemprov Lampung.

Selain itu, ada juga instansi yang digabung. Kemudian, ada juga yang dipisah. Bahkan ada juga instansi baru. 

Contohnya Biro Administrasi Pimpinan. Yang merupakan pecahan dari Biro Humas dan Protokol.

"Biro Kessos (Kesejahteraan Sosial) juga berubah nama bang. Sekarang namanya Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra)," jelasnya.

Jawabannya itu membuat saya ingin "kepo" lebih jauh. Saya akhirnya memutuskan untuk searching. Tujuannya untuk mengetahui nomenklatur baru di Pemprov Lampung.

Dan hasil pencarian saya, ternyata memang banyak nama-nama instansi yang berubah di Pemprov Lampung. 

Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Tadinya dinas ini terpisah: Dinas Perindustrian lalu Dinas Perdagangan.

Kemudian Dinas Perkebunan dan Peternakan. Tadinya dinas ini menjadi satu. Sekarang dipisah: Dinas Perkebunan. Kemudian Dinas Peternakan.

Masih ada lagi beberapa nama instansi baru di Pemprov Lampung. Yang pastinya membuat saya harus teliti saat menulis nama instansi di pemprov.

Mungkin perubahan nomenklatur instansi tidak hanya terjadi di Pemprov Lampung. Bisa jadi juga terjadi di pemkab maupun pemkot di provinsi ini.

Saya yakin, banyak yang belum tahu terkait perubahan nama ini. Tentunya juga membuat bingung banyak orang. 

Karenanya saya berharap, Biro Organisasi Pemprov Lampung ataupun Bagian Organisasi di pemkot maupun pemkab di provinsi ini secara massif mengumumkannya ke publik.

Caranya bisa dengan menggandeng media massa. Atau mengumumkannya melalui website masing-masing.

Saya juga berharap, agar nomenklatur ini bertahan lama. Jangan sering berubah-rubah namanya. Sebab, pasti membuat bingung dan sibuk banyak orang. Termasuk aparatur sipil negara (ASN).

Selain itu, pelayanan publik juga bisa terhambat. Karena informasinya, instansi baru itu hingga kini baru ada kepala dinas dan Plt. Kepala Bidang (pejabat administrator). Sementara, pejabat pengawas (eselon IV) sampai saat ini belum ada. Termasuk juga kepala UPTD yang ada sebelumnya saat ini sudah dinyatakan demisioner. 

Nah, kondisi itu tentu akan berakibat terhambatnya pelayanan publik. Termasuk pelayanan adminitrasi pemerintahan. 

Pastinya juga, banyak yang harus dilakukan dalam perubahan nama ini. Urusan surat menyurat saja pasti berubah. Contohnya kop surat. 

Kemudian, dinas juga harus merubah plang nama kantornya. Bayangkan jika nama kantor tertempel di bangunan. Kan repot lagi dinas harus menyewa tukang untuk merubahnya.

Untung saja dinas tidak harus potong kambing karena berganti nama.(Wirahadikusumah)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID