Nomor Porsi CJH Wafat Bisa Dilimpahkan, Ini Syaratnya - RILIS.ID
Nomor Porsi CJH Wafat Bisa Dilimpahkan, Ini Syaratnya
El Shinta
Rabu | 18/04/2018 13.01 WIB
Nomor Porsi CJH Wafat Bisa Dilimpahkan, Ini Syaratnya
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Sulis Wanto

RILIS.ID, Bandarlampung – Calon jemaah haji (CJH) yang meninggal dunia sebelum tanggal 12 Maret 2018, nomor porsinya bisa dilimpahkan ke kerabat dekat.  Yakni ke suami, istri , anak kandung atau menantu.

Kasubag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Istutiningsih mengungkapkan, jika CJH wafat setelah 12 Maret 2018 sampai tanggal terakhir keberangkatan jemaah haji gelombang II ke Arab Saudi dan sudah masuk asrama haji, maka nomor porsinya tidak dalam limpahkan.

Dirinya menjelaskan, CJH pengganti juga harus mengajukan surat permohonan tertulis ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten/kota dengan melampirkan bukti pendukung yang sah.

Berkas yang harus dilampirkan yakni akta kematian asli dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  atau surat keterangan kematian dari lurah, surat kuasa penunjukan pelimpahan nomor porsi jemaah wafat yang ditandatangani anak kandung, suami/istri, dan menantu yang diketahui RT, lurah, dan camat.

Kemudian juga melampirkan surat keterangan bertanggung jawab mutlak yang ditandatangani oleh jemaah haji penerima pelimpahan nomor porsi jemaah wafat, setoran awal dan setoran lunas BPIH.

“Calon jemaah pengganti juga harus membawa salinan KTP, KK, akte kelahiran, atau bukti yang relevan dengan calon jemaah yang wafat,” terangnya kepada rilislampung.id, Rabu (18/4/2018).

Istutiningsih menuturkan, berkas yang akan diserahkan nantinya akan diverifikasi berkas oleh Direktorat  Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Setelah verifikasi dinyatakan lengkap maka calon jemaah haji akan melakukan entri data SPPH, pengambilan foto, dan perekaman sidik jari.

“Setelah selesai semuanya nanti calon jemaah haji akan diberangkatkan pada tahun berjalan atau tahun  berikutnya. Pelimpahan nomor porsi jemaah haji yang wafat ini hanya dapat dilakukan satu kali pelimpahan,” pungkasnya. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID