Oknum BKD Lamsel Diduga Memalsukan SK PNS untuk Kredit Bank - RILIS.ID
Oknum BKD Lamsel Diduga Memalsukan SK PNS untuk Kredit Bank

Senin | 17/06/2019 20.15 WIB
Oknum BKD Lamsel Diduga Memalsukan SK PNS untuk Kredit Bank
Kepala BKD Lampung Selatan, Akar Wibowo, menjelaskan soal foto SK palsu di grup WhatsApp, Senin, (17/6/2019).  FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M Amir Syaripudin

RILIS.ID, Lampung Selatan – Dinas Pendidikan Lampung Selatan (Disdik Lamsel) geger. Beredar foto surat keputusan (SK) palsu atas nama Ria Anilawati, yang bertugas di SMP Negeri Satu Atap Sidomulyo, Lamsel.

Oknum yang memalsukan SK untuk pinjaman PNS di bank swasta tersebut ditenggarai berasal dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamsel.

Hal itu diketahui dari penuturan pegawai bank sebagaimana dikutip kepala SMPN Satu Atap (Satap) Sidomulyo, Windiarti, Senin (17/6/2019).

Menurut Windiarti, di sekolah yang dipimpinnya hanya ada tujuh PNS di luar dirinya. Namun, pegawai bank tersebut datang pada bulan Maret 2019 untuk menawarkan kredit untuk delapan PNS.

”Pegawai bank mengaku mendapat data delapan CPNS dari oknum BKD di Lamsel. Sehingga saya tidak curiga,” ungkap perempuan berhijab ini.

Dia sadar ada yang tidak beres ketika di grup-grup WhatsApp (WA) beredar foto SK palsu dari sekolahnya.

SK PNS yang diduga dipalsukan oleh oknum di BKD Lamsel. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M AmirKepala Disdik Lamsel, Thomas Amrico, membenarkan beredarnya foto SK palsu di grup WA tersebut. Dia sudah memeriksa SK tersebut.

"SK-nya palsu. Orangnya tidak pernah masuk ke sekolah tersebut," beber Thomas kepada Rilislampung.id.

Thomas menjelaskan, CPNS yang lolos ke SMPN Satap Sidomulyo hanya tujuh orang. Bukan delapan orang seperti disebutkan pegawai bank.

"Tapi, pihak sekolah tidak menggubris dan menerima saja amplop penawaran kredit PNS dimaksud," tambah mantan camat Kemiling, Bandarlampung itu.

Kepala BKD Lamsel, Akar Wibowo, menambahkan SK CPNS palsu itu diduga dilakukan oleh oknum yang biasa bermain di jalur CPNS.

"Biasanya tipu daya terhadap korban karena korban tidak begitu paham jalur pengumuman sampai diterbitkannya SK tersebut," bebernya.

Menurut akar, SK palsu yang beredar di grup WA, memiliki ciri yang tidak sesuai dengan aslinya. Baik dari ketajaman bingkai SK, tanda tangan sekretaris kabupaten (sekkab) yang tidak seusai, hingga lis bingkai yang motifnya berbeda.

"Dari tinta tanda tangan saja sudah kelihatan. Apalagi garis tanda tangan sekkab. Kalau ketajaman tinta sudah pasti palsu lah," pungkasnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID