Oknum Kembalikan Potongan PKH, Warga Tetap Lapor DPRD - RILIS.ID
Oknum Kembalikan Potongan PKH, Warga Tetap Lapor DPRD
Anton Suryadi
Rabu | 30/10/2019 20.10 WIB
Oknum Kembalikan Potongan PKH, Warga Tetap Lapor DPRD
Enam Warga Pekon Luas Lambar yang melapor diterima anggota Komisi III DPRD Lambar, Selasa (29/10). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Anton

RILIS.ID, Lampung Barat – Enam warga Pekon Luas Kecamatan Batu Ketulis, Lampung Barat (Lambar), melaporkan oknum Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) ke Komisi III DPRD Lambar, Selasa (29/10). Mereka mensinyalir adanya dugaan pemotongan bantuan PKH yang diterima.

Salah satu warga, Ikwin, yang mewakili istrinya sebagai penerima bantuan menerangkan, seharusnya uang yang diterima Rp1.520.850. Namun, kenyataannya hanya Rp1.050.000.

”Anehnya lagi, struk penarikan bantuan tertanggal 8 Oktober 2018, bukan tahun 2019,” ungkapnya menyebut inisial oknum itu sebagai MV.

Warga lainnya yang diduga menjadi korban pemotongan, Ruslan, mengatakan hal serupa.

Pada pencairan tahap pertama 2019, Ruslan seharusnya mendapatkan Rp1.650.000. Tapi, yang ia dapat cuma Rp1,5 juta.

Sebelum mendatangi komisi III DPRD, warga terlebih dahulu melaporkan kejadian tersebut ke Peratin Pekon Luas, Haidir.

Dua hari kemudian, peratin berinisiatif mengumpulkan warga yang merasa dirugikan di balai pekon.

Oknum dimaksud juga dipanggil untuk menjelaskan pemotongan tersebut.

"Tidak ada titik temu dalam pertemuan tersebut. Oknum tadi berdalih uang telah dikembalikan ke kas negara," jelas Ikwin.

Karena tidak ada keterangan yang memuaskan, warga kemudian melaporkan masalah tersebut ke Kejaksaan Negeri Liwa. 

Satu minggu kemudian, warga dipanggil pihak Kejari Lambar. Di depan warga, pihak kejaksaan mengatakan oknum tadi telah mengakui perbuatannya dan akan mengembalikan uang tersebut Selasa (29/10/2019) di kantor kejaksaan.

"Kami diundang untuk menyaksikan dia mengganti uang tersebut. Namun setelah kami kaji, hal ini harus ada penyelesaian lain agar tidak terulang. Sehingga jalan tengah harus dilaporkan ke DPRD," ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Lambar, Tri Budi Wahyuni, berjanji mempelajari dugaan pemotongan serta segera memanggil pihak Dinas Sosial Lambar, Koordinator PKH Lambar, dan pendamping bersangkutan.

Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Lambar, Arsya, saat dikonfirmasi membenarkan dugaan pemotongan bantuan PKH oleh oknum pendamping.

"Sudah jelas. Artinya bukan isu lagi. Yang bersangkutan juga sudah mengakui," kata Arsya.

Menurut Arsya, oknum pendamping itu sangat kooperatif. Saat dipanggil pihak kejaksaan tidak pernah mangkir. Juga sanggup mengembalikan kerugian warga akibat pemotongan yang dilakukannya.

Senada dengan Arsya, Ketua PPKH Lambar Ferri, Istanto, yang juga Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Lambar mengatakan siap menindaklanjuti jika memang terbukti.

Selama ini pihaknya selalu menekankan bahwa tidak ada pemotongan sepeser pun.

Terpisah, Peratin Pekon Luas Haidir membenarkan laporan warga terkait pemotongan bantuan PKH.

Saat warga melapor ke kejaksaan, Haidir selaku peratin juga ikut mendampingi. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID