Pasal Utang, Anggota DPRD Lampung Dilaporkan ke Polda  - RILIS.ID
Pasal Utang, Anggota DPRD Lampung Dilaporkan ke Polda 
Muhammad Iqbal
Rabu | 18/07/2018 16.16 WIB
Pasal Utang, Anggota DPRD Lampung Dilaporkan ke Polda 
Pemilik Toko Bangunan Pasifik, Eti S saat konferensi pers di Polda Lampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Seorang anggota DPRD Provinsi Lampung, Abdul Haris dari Fraksi PPP dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung. Pelapornya, pemilik Toko Bangunan Pasifik, Eti S, warga Telukbetung Timur. 

Laporan tersebut berdasarkan nomor LP/1018/VISI/2018/SPKT, Sabtu 14 Juli 2018, atas dugaan penipuan. 

“Utangnya Rp3 Miliar, dia ngutang bahan material di toko saya untuk pengerjaan proyeknya. Seperti besi, pasir, semen dan lain-lain. Alasan dia tempo hari bahwa proyek dia ada yang di putus kontrak jadi dia gak bisa bayar, awalnya saya percaya tapi setelah saya selidiki dan saya pegang data proyek dia, ternyata proyeknya berjalan,” kata Eti, saat konference press di Mapolda Lampung, Rabu (18/7/2018).

Menurutnya, Abdul Haris tidak menunjukan itikad baik dalam upaya pelunasan utang tersebut. Justru berkali-kali Abdul Haris membohonginya dengan memberikan cek yang tidak berlaku. 

“Ya kalau dia punya itikad baik, pasti dia ada usaha nyicil, ini enggak. Bayangin aja utang dari tahun 2013 dan tahun 2016, bahkan sampai sekarang aja belum dibayar, dia baru sekali nyicil itu cuma Rp15 juta. Sudah begitu dia pernah kasih saya cek beberapa kali yang total nominalnya kurang lebih Rp2 Miliar, tapi begitu mau saya cairkan di Bank Lampung ternyata cek itu kosong. Yang dia kasih merupakan format kertas cek keluaran tahun 2007 sedangkan yang berlaku itu cek berbahan dasar kertas kuning dan harus tahun 2018,” kesalnya. 

Terpisah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Bobby Marpaung membenarkan laporan tersebut.

Namun, pihaknya belum dapat menjelaskan sejauh mana tahapan dalam perkara tersebut. 

“Ya benar kita sudah terima laporan nya, sabar nanti kita akan lakukan pemanggilan terhadap terlapor,” singkatnya. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID