Pascatsunami, Ratusan Warga Masih Bertahan di Gunung - RILIS.ID
Pascatsunami, Ratusan Warga Masih Bertahan di Gunung
El Shinta
Rabu | 26/12/2018 15.06 WIB
Pascatsunami, Ratusan Warga Masih Bertahan di Gunung
Warga Pulau Sebesi mengungsi ke Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (26/12/2018). FOTO RILISLAMPUNGID/ El Shinta 

RILIS.ID, Lampung Selatan – Berhari-hari terisolasi dan menolak mengungsi, warga Pulau Sebesi akhirnya memutuskan pindah ke tempat lebih aman. Mengapa?

Ya, 1.394 warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku akhirnya dibawa ke Kalianda, Lampung Selatan dengan Kapal Penumpang Jatra III, Rabu (26/12/2018) pagi.

Kondisi Pulau Sebesi yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau tak lagi memungkinkan untuk tetap ditinggali. 

Mega Hermala (27), salah satu warga Pulau Sebesi mengatakan, warga nyaris dibuat tak bisa berkutik dengan kondisi alam di sana. 

"Sejak kejadian (Sabtu, 22/12/2018, Red) sampai hari ini hujan tidak pernah berhenti. Baju kami cuma yang melekat, kering di badan," katanya. 

Mega menuturkan, pascatsunami warga mencoba bertahan di atas gunung. 

"Sampai sekarang masih ada ratusan warga yang tetap bertahan di gunung. Mereka penduduk asli sana," tandasnya. 

Kisah pilu akibat tsunami juga dirasakan, Sariah (35). Ia menyaksikan sendiri bagaimana gelombang setinggi kira-kira delapan meter menerjang Pulau Sebesi. 

"Malam itu air tenang sekali, tidak ada tanda apapun. Tiba-tiba gelombang tinggi sekali, seperti mau melahap kami. Rumah saya hancur tidak ada yang tersisa," lirihnya. 

Sariah mengungkapkan, saat kejadian ia tengah menggendong bayinya dan berusaha menyelamatkan diri. Naas, kakinya terjepit di antara reruntuhan bangunan rumah. 

"Akhirnya saya bisa menyelamatkan diri dan berlari ke arah gunung," ungkapnya. 

Sejak tsunami warga bertahan hidup di atas gunung. Beruntung, warga lainnya yang selamat dari gelombang dahsyat membantu memasok makanan. 

"Selama ini kami makan nasi dan mi instan dari tetangga yang selamat. Baju cuma satu-satunya ini yang dipakai. Kami tidak mungkin tinggal di sana lebih lama, rumah hancur dan gelombang pasang terus. Kami takut," paparnya. 

Sariah mengaku, GAK juga mengeluarkan lava pijar seperti kembang api. 

"Magmanya itu keluar seperti kembang api, banyak sekali. Lebih banyak dari yang sebelumnya. Seram sekali di Pulau Sebesi," pungkasnya. (*)

 

 

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID