PDIP-Golkar Koalisi, Pengamat: Belanda Masih Jauh! - RILIS.ID
PDIP-Golkar Koalisi, Pengamat: Belanda Masih Jauh!
Wirahadikusumah
Jumat | 19/07/2019 14.21 WIB
PDIP-Golkar Koalisi, Pengamat: Belanda Masih Jauh!

RILIS.ID, Bandarlampung – Pertemuan DPC PDIP Kota Bandarlampung dan DPD II Partai Golkar Bandarlampung dalam rangka pembahasan koalisi jelang pemilihan wali kota (pilwakot) di Ikisopoto Kafe Rawalaut Bandarlampung, Kamis (18/7/2019) dinilai sebagai manuver kedua partai. (Baca:Ulang Kemesraan Pilpres, PDIP dan Golkar Koalisi di Pilwakot).

Pertemuan kedua partai ini juga lumrah terjadi dalam dunia perpolitikan menjelang pelaksanaan pesta demokrasi. Karenanya masih banyak kemungkinan yang terjadi jelang pilwakot ke depan.

Pengamat politik asal Universitas Lampung Dr. Dedi Hermawan mengatakan, koalisi yang terbangun antara kedua partai tersebut bisa saja berubah ke depannya.

”Politik kan dinamis. Semua akan terus begitu sampai mendekati hari H. Kita baru bisa mengatakan pasti koalisi saat pendaftaran calon di KPU. Dalam posisi awal saat ini, semuanya masih seputaran kemungkinan. Semua masih bisa terjadi. Belanda masih jauh,” katanya kepada Rilislampung.id, Jumat (19/7/2019).

Dosen Fisip Unila ini melanjutkan, nama-nama kandidat yang beredar akan diusung partai dalam pilwakot juga belum bisa dipastikan sejak saat ini. Seperti PDIP yang disebut-sebut akan mengusung Eva Dwiana dan Golkar mengusung Rycko Menoza.

”Bisa jadi PDIP mengusung Wiyadi dan Golkar mencalonkan Yuhadi. Saat ini, semuanya masih ada kemungkinannya. Belum bisa bicara pasti. Semua partai masih dalam penjajakan dan tentunya mengkalkulasi secara matang dalam rangka memenangkan pertarungan di pilwakot,” ucapnya.

Apalagi, terus dia, pertarungan dalam Pilwakot Bandarlampung ke depan relatif setara. Sebab, Herman. HN sebagai wali kota saat ini sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi lantaran sudah dua periode sehingga tidak ada calon incumbent.

Karenanya, ia berharap pada pilwakot nanti banyak kandidat yang ikut bertarung memperebutkan kursi BE 1 A. Sebab, dengan banyaknya pilihan kandidat, maka masyarakat memiliki banyak pilihan.

Senada disampaikan pengamat lainnya asal Universitas Lampung Dr. Budiono. Dia juga menilai wajar adanya pertemuan kedua partai tersebut lantaran masing-masing masih menjajaki peluang.

”Walaupun kedua partai ini punya kader potensial untuk dicalonkan menjadi wali kota, tetapi PDIP dan Golkar harus membuka keran komunikasi. Sebab, untuk mengusung calon, kedua partai ini harus mencari koalisi,” ujarnya kepada Rilislampung.id, Jumat (19/7/2019).

Dia memandang, pertemuan kedua partai tersebut juga bisa dalam rangka menstimulus partai lain untuk melihat sikap dan gerakannya dalam menyambut pilwakot.

”Ya, bisa disebut test the water lah,” ucapnya.

Budiono juga menilai, nama-nama kandidat yang beredar saat ini akan diusung kedua partai tersebut dalam pilwakot belum dapat dipastikan.

”Ya, bisa saja PDIP nanti mengusung Wiyadi. Meskipun apakah iya, PDIP berani berjudi memutuskan hal tersebut lantaran mengesampingkan popularitas Eva Dwiana. Tapi pastinya, semuanya masih bisa terjadi ke depannya,” katanya.

Budiono menyakini, ke depan, kedua partai ini juga akan membuka keran komunikasi dengan partai lain dalam rangka penjajakan koalisi.

”Intinya kan, gua dapat apa, lu dapat apa. Take and give. Saat ini memang tahapannya sedang seperti itu. Besok bisa saja PDIP berkomunikasi dengan PKS. Atau Golkar dengan Demokrat. Semua masih serba mungkin,” pungkasnya.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID