Pembangunan Kawasan Industri Pertahanan Paling Siap di Lampung - RILIS.ID
Pembangunan Kawasan Industri Pertahanan Paling Siap di Lampung
[email protected]
Rabu | 22/05/2019 10.44 WIB
Pembangunan Kawasan Industri Pertahanan Paling Siap di Lampung
Gubernur Ridho Ficardo menerima rombongan Balitbang Kemenhan dan ITB di ruang kerjanya, Selasa (21/5/2019). FOTO: HUMAS PEMPROV LAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan PT Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia Institut Teknologi Bandung (ITB) meninjau kesiapan Lampung untuk lokasi pembangunan kawasan industri pertahanan.

Setelah melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi, rombongan Kemenhan dan ITB beraudensi dengan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo di ruang kerja gubernur, Selasa (21/5/2019).

Dalam keterangan tertulisnya, Ridho memberi masukan feasibility study untuk pengembangan industri pertahanan kepada tim Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhan dan PT Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia ITB.

“Di Lampung, saya meyakini siap dan cukup ideal dari sisi letak, sumber daya, konektiviti. Bisa dibilang over all, Lampung termasuk yang paling siap dibandingkan provinsi yang lain," katanya kepada Rilislampung.id, Rabu (22/5/2019).

Berdasarkan arahan Menteri Pertahanan, pengembangan industri pertahanan di Lampung memang sudah lama menjadi bagian dari dokumen negara.

“Selain pengembangan kawasan industri maritim, juga perencanaan pengembangan industri pertahanan yakni PT PAL, termasuk juga PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Pindad (Persero)," lanjut Ridho.

Menurut dia, Lampung memiliki banyak alternatif lahan untuk melakukan pengembangan kawasan industri pertahanan.

“Kita menyajikan arah visi pengembangan Provinsi Lampung, termasuk juga kondisi lahan-lahan negara yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan industri pertahanan," terangnya.

Salah satu lahan yang bisa digunakan adalah Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Pangeran M. Bun Yamin di Kabupaten Tulangbawang.

Juga eks lahan PT Pertamina yang sudah masuk dari bagian perencanaan kawasan industri maritim di Kabupaten Tanggamus. Serta lahan negara lainnya yang ada di Lampung.

“Seperti di Lanud Pangeran M. Bun Yamin dengan luas lahan sebesar 4.200 hektar yang didukung dengan dekat jalan tol dan bisa jadi pengembangan kedirgantaraan. Di Tanggamus, dekat dengan teluk yang menangani pengembangan armada, sehingga di situ ada armada yang melindungi," paparnya.

Ridho menambahkan pemilihan lahan harus didukung pertimbangan lingkungan.

“Jadi tidak boleh salah. Harus perfect visinya dan lahannya juga harus siap dan terdukung lingkungannya untuk minimal 30 tahun ke depan, bahkan idealnya sampai 50 tahun ke depan," ungkapnya.

Dengan ketersediaan lahan dan sumber daya, Ridho optimistis Lampung mampu menjadi bagian dari pengembangan kawasan industri pertahanan.

“Industri pertahanan butuh pasokan barang dan sarana prasarana lainnya, seperti dukungan sumber daya, lingkungan akademik, pekerja. Saya harap anak-anak di Lampung dapat jadi tuan rumah di tanah sendiri, anak Lampung punya kebanggaan dan kelebihan," tuturnya.

Dia berharap pertahanan di Indonesia dapat disegani dunia. Selain itu, menjadikan Lampung dari komparatif menjadi kompetitif sehingga juga menjadi kebanggaan untuk masa depan.

“Saya memastikan akan siap memberikan bantuan setiap tahapannya, lalu komunikasi juga. Ini harapan besar buat Lampung, menjadi bagian dari sumbangsih Lampung untuk Indonesia," tandasnya.

Sementara Sekretaris Balitbang Kemenhan Brigjen TNI Abdullah Sani mengapresiasi Gubernur Ridho yang memulai mengawali inisiasi untuk dilakukannya pengembangan industri pertahanan di Lampung.

“Kemenhan berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, terutama dengan Pak Gubernur Ridho yang sudah mengawali inisiasi ini sehingga harapan kami juga, termasuk saya sebagai putra daerah Lampung juga untuk bisa dikembangkan industri pertahanan di Lampung," ujarnya.

Selain Lampung, Kemenhan bekerjasama dengan PT LAPI ITB juga sedang melakukan studi kelaikan di beberapa provinsi yang menjadi rekomendasi pengembangan industri pertahanan.

“Untuk prospek kedepannya, kita masih menunggu hasil dari FS (feasibility study) yang dilakukan oleh PT LAPI ITB yang sedang berjalan," pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID