Pemilu 2019, Lamsel Masuk Kategori Paling Rawan - RILIS.ID
Pemilu 2019, Lamsel Masuk Kategori Paling Rawan
[email protected]
Kamis | 28/03/2019 22.20 WIB
Pemilu 2019, Lamsel Masuk Kategori Paling Rawan
Wakapolda Lampung Brigjen Teddy Minahasa usai talk show pemilu di Lampung Selatan, Kamis (28/3/2019). FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Lampung Selatan – Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) disebut sebagai salah satu daerah paling rawan dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019.

Berdasarkan data Polda Lampung, Lamsel memiliki 3.095 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sebanyak 3.080 TPS masuk kategori kurang rawan. Sementara sembilan TPS di Pulau Sebesi dan Pulau Rimau dianggap rawan.

TPS khusus berjumlah enam, Lapas Kalianda 2 TPS dan Wayhui ada empat TPS.

Sementara Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 759.195 jiwa. Sedangkan kekuatan personel Polri yang diterjunkan saat pemungutan suara di Lamsel hanya 676 orang.

Kondisi ini terungkap saat talk show "Mengawal Pemilu 2019 Aman, Damai dan Sejuk" di Lamsel, Kamis (28/3/2019).

Hadir sebagai narasumber, yakni Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono, Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes Subakti, dan pengamat politik Dedi Hermawan.

Dalam kesempatan itu, Wakapolda Lampung Brigjen Teddy Minahasa mengatakan pemilu merupakan hajat politik dan demokrasi bangsa Indonesia yang bukan hanya urusan penyelenggara saja.

Dia mengajak seluruh eleman bangsa untuk ikut bertanggungjawab atas penyelenggaraan pemilu agar berjalan damai, aman dan sejuk.

"Aparat keamanan saja tidak akan sanggup mengawalnya tanpa peran serta masyarakat. Kami sangat berharap partisipasi masyarakat, khususnya di Lampung Selatan, untuk bersama-sama mewujudkan pemilu aman, damai dan sejuk," katanya.

Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono mengatakan bahwa pihaknya bertugas mengawal pemilu dengan mengantisipasi dari teknis penyelenggaraan.

"Misalnya, teknis pengiriman kotak suara dari TPS yang terletak di area-area terjauh, seperti di daerah kepulauan dan perairan," ujarnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Direktorat Polair dan melibatkan masyarakat untuk mengangkut kotak suara sesuai standar operasi pelayanan yang telah ditetapkan dan juga memberikan pelayanan secara maksimal dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat untuk menuju TPS terdekat.

"Kita juga menargetkan partisipasi masyarakat sebesar 77,5 persen. Kita terus mencoba memompa partisipasi masyarakat dengan sosialisasi di kecamatan-kecamatan dengan program grebek pasar setiap minggu dan akan berakhir pada akhir bulan ini," tuturnya.

Sementara pengamat politik Dedi Hermawan mengungkapkan, sejauh ini ada progres yang baik dari kepolisian dengan sistem antisipasi, seperti dialog untuk mereduksi peluang-peluang kondisi yang tidak diinginkan.

Menurutnya, setiap pemilu digelar selalu ada isu-isu yang selalu mencuat dan membuat suasana menghangat, namun hal itu selalu mencair setelah pemilu berakhir.

"Jika melihat isu-isu yang berkembang di media sosial sepertinya Indonesia akan terbelah, padahal kenyataannya di masyarakat semua dalam keadaan damai, untuk itu masyarakat diimbau agar selau melakukan cross cek mengenai informasi yang diperoleh karena semakin dekat dengan hari H semakin kencang isu-isu yang beredar," ungkapnya.

Tokoh adat Lampung Selatan, Pangeran Sampoerna Jaya mengatakan bahwa budaya masyarakat Lamsel yang tidak pernah lepas dari rasa musyawarah dan mufakat, membuat dirinya yakin seluruh elemen di Lamsel selalu siap mengawal dan mewujudkan pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk.

"Besar harapan kami, mari kita bersinergi, TNI, Polri, pemkab dan masyarakat untuk menuju pemilu 2019 yang damai di Lamsel khususnya," kata Pangeran Sampoerna Jaya. (*) 

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID