Pemprov Lampung-BNPT Bersinergi Memerangi Radikalisme - RILIS.ID
Pemprov Lampung-BNPT Bersinergi Memerangi Radikalisme

Kamis | 25/04/2019 17.38 WIB
Pemprov Lampung-BNPT Bersinergi Memerangi Radikalisme
Kasi Penelitian BNPT Puput Agus. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung siap membantu Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dalam memerangi radikalisme. 

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lampung Achmad Saefullah mengatakan bahwa Pemprov siap memberikan bantuan kepada BNPT terkait dengan data kependudukan sebagai bahan untuk dipetakan oleh BNPT. 

"Data kependudukan tersebut bisa menjadi landasan jika ada yang diduga pelaku radikalisme, maka perlu dicari tahu keluarganya untuk diberikan pengertian tentang bahaya paham yang keliru," ujarnya, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, menyosialisasikan tentang bahaya radikalisme kepada masyarakat wajib dilakukan. Terutama bagi kaum perempuan dan pemuda, agar mereka tidak lagi menjadi korban terorisme, " harapannya

Sementara Kasi Penelitian BNPT Puput Agus mengatakan,  terimakasih kepada Pemprov Lampung yang mendukung BNPT dalam menindak tegas pelaku radikalisme.

Karena perempuan selalu menjadi korban radikalisme dan menjadi aktor utama dalam paham radikalisme. Perempuan saat ini, tidak lagi menjadi korban terorisme.

Tetapi juga telah menjadi pelaku tindakan teror yang diawali tertangkapnya dua perempuan yang terafiliasi dengan ISIS dan terakhir terjadi di Surabaya, seorang ibu yang tega membawa anaknya yang masih belia untuk menjadi pelaku bom bunuh diri.

Maka, perempuan diharapkan menjadi penyambung lidah dalam kelompoknya masing-masing dan di keluarganya masing-masing dalam melaksanakan kontraradikalisasi sehingga dapat bersama-sama melakukan pencegahan radikalisme dan teorisme.

"Perempuan menjadi aktor utama,  kita bisa lihat kasus yang terjadi Surabaya dan Sibolga Sumatera Utara," kata dia.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, Puput memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bentuk pemahaman radikalisme yang kian merebak. 

BNPT juga menggandeng peran perempuan guna mencegah terjadinya radikalisme yang melibatkan kaum wanita dan kelompok wanita. 

“Kami khawatir,  jika terjadi terus menerus maka kaum perempuan yang terpapar radikalisme bisa melampaui jumlah laki-laki," ujarnya.

Selain itu, kaum perempuan juga diminta untuk menjadi garda terdepan mencegah Radikalisme sejak dini.  

Maka para guru taman kanak-kanak akan menjadi agen BNPT untuk mengedukasi anak anak.  "Pencegahan radikalisme harus dilakukan sejak dini. Selain melibatkan perempuan, berbagai unsur masyarakat  juga dirangkul seperti tokoh agama, tokoh pemuda dan stakeholder terkait dalam mencegah radikalisme," tutur dia.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID