Pemprov Lampung Tutup Sementara Aktivitas Tambang Emas PT KBU di Pesawaran - RILIS.ID

Pemprov Lampung Tutup Sementara Aktivitas Tambang Emas PT KBU di Pesawaran
Bayumi Adinata
Rabu | 13/03/2019 17.07 WIB
Pemprov Lampung Tutup Sementara Aktivitas Tambang Emas PT KBU di Pesawaran
Kepala BPLHD Lampung Fitter Syahboedin (kanan) dan Kepala Dinas ESDM Lampung Prihartono G. Zain memberikan keterangan terkait penutupan aktivitas tambang emas PT KBU di kantor Gubernur Lampung, Rabu (13/3/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata 

RILIS.ID, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung melakukan penutupan sementara operasional tambang emas milik PT Karya Bukit Utama (PT KBU) di Desa Babakan Loa, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Lampung Fitter Syahboedin mengatakan penutupan sementara dilakukan lantaran PT KBU sampai saat ini belum melengkapi segala persyaratan izin tambang, baik persyaratan teknis maupun administrasi.

Termasuk kewajiban dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan izin lingkungan sebagaimana termaktub dalam perizinan di Provinsi Lampung.

“Itulah yang kita tuntut untuk segera dilengkapi. Karena belum memenuhi persyaratan teknis dan administrasi. Terhadap itu sudah dilihat di lapangan sekaligus memberikan teguran pertama penghentian sementara sesuai dengan ketentuan," katanya kepada awak media di Kantor Gubernur Lampung, Rabu (13/3/2019).

Rencananya, lanjut Fitter, tim terpadu bentukan Pemprov Lampung akan turun ke lapangan untuk memastikan kembali bahwa tidak ada lagi aktivitas pertambangan emas di lokasi tersebut.

“Kalau pada pantauannya nanti masih terjadi aktivitas pertambangan, maka itu diluar kewenangan kita untuk menindaknya, tetapi sesuai mekanisme. Karena ada dua hal, pembinaan dan penegakan hukum. Tapi akan kita sampaikan bahwa ada pelanggaran undang-undang yang harus dipenuhi. Tembusannya nanti ke pihak kepolisian juga. Mudah-mudahan mereka bisa kita bina," terangnya.

Fitter menegaskan bahwa pihaknya akan melayangkan surat teguran ketiga jika surat teguran pertama dan kedua tidak diindahkan oleh PT KBU dalam kurun sebulan.

“Jika surat teguran satu sampai tiga tidak diindahkan juga, maka Pemprov terpaksa harus mencabut izin penambangan PT KBU,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas ESDM Lampung Prihartono G. Zain membenarkan bahwa sejauh ini pihak perusahaan belum melengkapi persyaratan tersebut.

“Maka kita tutup sementara pekerjaan tambang.

Bahkan ada masyarakat yang ditangkap oleh aparat keamanan karena melakukan penambangan di sekitar lokasi tambang,” tuturnya.

“Mungkin pihak yang menangkap ini beralasan karena masyarakat melakukan penambangan liar. Tapi kalau KBU itu kan tambang legal cuma memang ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi. Karena belum memenuhi persyaratan makanya diberhentikan sementara," sambungnya.

Prihartono menambahkan bahwa PT KBU dinilai telah melanggar Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2013 tentang Pengelolaan/Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Juga Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara,” pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID