Pencak Silat Sang Gubernur - RILIS.ID
Pencak Silat Sang Gubernur
[email protected]
Selasa | 25/12/2018 11.27 WIB
Pencak Silat Sang Gubernur
Wirahadikusumah, Mantan Pemimpin Redaksi Radar Lampung. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Anto RX

Selamat...selamat...selamat. Ini saya tujukan kepada Pemprov Lampung. Terutama Gubernur M. Ridho Ficardo.

Berkat kerja keras dan cerdas mereka, akhirnya pemerintah pusat menyetujui Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan menjadi bandara internasional.

Saya mendapatkan informasi naiknya status bandara terbesar di Lampung ini dari Bang IB Ilham Malik dalam postingannya di Facebook pagi ini, Selasa (25/12/2018).

Di wall Facebook pengamat transportasi Lampung itu terdapat foto secarik kertas Surat Keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memutuskan status Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional.

Saat melihat postingan itu saya turut berbahagia. Sebab, saya yakin akan banyak manfaat ke depan bagi provinsi ini ketika status Bandara Raden Inten II menjadi internasional.

Dengan status internasional itu, nantinya wisatawan manca negara bisa langsung ke Lampung tanpa melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)

Kita pun demikian. Ke depan kita berkunjung ke luar negeri juga tak perlu harus melalui Cengkareng.

Terpenting menurut saya, ini akan menjadi awal embarkasi haji Lampung. Ya, dengan status ini, ke depan umat muslim yang akan melaksanakan umrah ataupun haji bisa langsung menuju tanah suci dari Lampung. Tak perlu lagi transit ke Bandara Soetta atau Halim Perdana Kusumah.

Saya sedikit banyak tahu perjuangan Pemprov Lampung dalam memperjuangkan status internasional ini. Saya mengikutinya saat masih menjadi jurnalis di Radar Lampung.

Dalam memperjuangkan status internasional ini, Pemprov Lampung sejak 2014 telah mengelontorkan uang APBD hingga Rp400-an miliar untuk pembangunan Bandara Radin Inten II.

Selain itu, beragam jurus "pencak silat" juga diperagakan pemprov di pemerintah pusat agar status bandara ini bisa internasional.

Namun, jurus "pencak silat" punggawa-punggawa pemprov kala itu tidak berhasil. Meskipun diusulkan berulang kali, Kemenhub selalu tidak menyetujui Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional.

Kondisi ini memaksa Gubernur M. Ridho Ficardo yang "berpencak silat". Entah jurus apa yang dipakainya sehingga bisa menaklukkan hati Presiden Jokowi saat kunjungan ke Lampung belum lama ini.

Lobinya berhasil meluluhkan hati Jokowi hingga akhirnya memerintahkan Kemenhub menyetujui usulan Pemprov Lampung agar bandara Radin Inten II menjadi Bandara Internasional.

Selamat Pemprov Lampung. Selamat Pak Gubernur. Selamat warga Lampung!!! (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID