Penghitungan Suara Tidak Sebut Nama Parpol dan Capres - RILIS.ID
Penghitungan Suara Tidak Sebut Nama Parpol dan Capres
Taufik Rohman
Kamis | 14/03/2019 19.15 WIB
Penghitungan Suara Tidak Sebut Nama Parpol dan Capres
Bimtek perhitungan suara bersama operator KPU kabupaten/kota se-Lampung di Hotel Emersia, Kamis (14/3/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Menjelang pemungutan suara 17 April 2019, KPU Provinsi Lampung menyiapkan cara efektif dan efisien untuk menghitung suara pada saat hari-H.

Urutannya dimulai dari surat suara pemilihan presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono, mengatakan mekanisme perhitungan suara yang cepat di tingkat Komisi Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan diterapkan.

Pertama, untuk surat suara pilpres tidak disebutkan nama pasangan calon, tetapi hanya nomor sehingga hemat waktu.

Kedua, untuk surat suara pemilihan legislatif hanya menyebutkan nomor partai dan nomor caleg yang dicoblos, tidak menyebutkan nama.

”Seperti DPR juga tidak disebut nama partai dan nama caleg. Hanya nomor partai dan nomor caleg, lalu disebutkan sah,” ungkapnya dalam bimtek perhitungan suara bersama operator KPU kabupaten/kota se-Lampung di Hotel Emersia, Kamis (14/3/2019).

Penghitungan lima surat suara ditarget selesai pukul 20.00 WIB. Hal ini sesuai simulasi bersama KPU RI di Jogjakarta belum lama ini.

Untuk mempercepat proses perhitungan, surat suara di masing-masing TPS dibatasi maksimal 300.

”Hasil simulasi, jam 8 malam selesai di C1 plano di TPS untuk lima surat suara yang dihitung. Setelah itu saksi, partai, wartawan, diminta memfoto atau memvideokan,” jelasnya.

Hasil perhitungan selanjutnya disalin ke formulir polio dan dibagikan ke saksi serta pengawas. Satu dikirim ke KPU kabupaten untuk di-upload di situng (sistem perhitungan) KPU RI. 

Untuk saksi, Nanang, memastikan mendapat salinan sesuai kapasitasnya. 

”Misalkan saksi pilpres dapat hasil perhitungan surat suara pilpres. Proses ini diperkirakan memakan waktu sampai jam 9 malam atau 21.00 WIB,” jelasnya.

Anggota KPU Lampung lainnya, Ahmad Fauzan, menambahkan kondisi di daerah pasti berbeda-beda. Maka jika perhitungan molor belum selesai sampai pukul 00.00 di hari pemungutan suara akan terus dilanjutkan. 

Makanya, kata Fauzan, untuk memudahkan proses perhitungan, pihaknya menerapkan tata letak yang mudah bagi pengawas TPS dan saksi menyaksikan surat suara yang dibacakan. 

“Selesai pemungutan pukul 13.00 WIB. Istirahat dulu, kemudian tata letak layout lokasi diubah. Papan dipasang untuk C1 plano, kemudian petugas di depannya membacakan surat suara,” paparnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID