Pengunjung Histeris, Artis Hengky Launching Pusat Oleh-Oleh - RILIS.ID
Pengunjung Histeris, Artis Hengky Launching Pusat Oleh-Oleh
Muhammad Iqbal
Minggu | 22/07/2018 18.45 WIB
Pengunjung Histeris, Artis Hengky Launching Pusat Oleh-Oleh
Meet and greet bersama Hengky Kurniawan dalam acara transformasi Banana Foster menjadi pusat oleh-oleh Lampung, Minggu (22/7/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M.Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Ratusan customer setia Banana Foster memadati outlet untuk menghadiri acara meet and greet bersama artis Hengky Kurniawan, Minggu (22/7/2018).

Euforia penyambutan sangat terasa di mana pengunjung menjerit histeris memanggil-manggil nama Hengky. 

”Ya Allah, Hengky, Hengky, ih ganteng banget,” teriak salah seorang pengunjung wanita yang mengenakan dress warna kuning. 

Pantauan rilislampung.idHengky hadir tanpa pengawalan ketat. Dia layakanya masyarakat biasa. Satu per satu pengunjung ia jabat erat. Hengky pun dengan ramah meladeni semua permintaan swafoto.

Kegiatan tersebut merupakan launching perubahan Banana Foster lantaran dirinya tak puas dengan usaha kue bolu berbahan dasar pisang ini.

Pesinetron Hengky melebarkan sayap usahanya menjadi sebuah pusat oleh-oleh di Lampung. Meski, masih dalam satu atap yang sama yaitu outlet Banana Foster di Jalan Wolter Monginsidi, Bandarlampung.

”Target kita ingin menjadi pusat oleh-oleh di Lampung, semua barang yang kami jual merupakan bentuk kerjasama dengan pelaku UKM, sesuai standar kita layak,” kata Hengky.

”Yang pasti kita selalu membuka bentuk kerjasama dengan UKM di daerah, target kami 300 item masuk sini,” lanjutnya. 

Hengky juga berharap dengan dibuka nya pusat oleh-oleh Lampung dapat menambah lapangan pekerjaan. 

Anissa Ulhania, Digital Matketing Banana Foster, mengatakan semua barang yang dijual dalam outlet tersebut sangat terjangkau. Harganya mulai Rp5 ribu dan yang paling mahal Rp65 ribu. 

”Harga Rp5 ribu itu coffee cup dan Rp65 ribu kue. Tapi khusus jajanan oleh-oleh paling mahal Rp33 ribu,” paparnya.

Oleh-oleh yang dijajakan sangat variatif. Seperti keripik pisang, keripik singkong, pilus, sale pisang, tempe kering, kelanting, stik keju, kerupuk, kemplang, stik ubi ungu, kopi, dan teh. 

”Semua barang kita ambil dari kabupaten/kota. Untuk keripik singkong dari Pringsewu, keripik pisang asal Lampung Timur dan Metro. Sedangkan kopi dari Lampung Barat,” tutupnya. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID