Peta Desa se-Lampung Dibuat secara Digital - RILIS.ID
Peta Desa se-Lampung Dibuat secara Digital
Bayumi Adinata
Selasa | 12/02/2019 14.45 WIB
Peta Desa se-Lampung Dibuat secara Digital
Rakor Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Delineasi Batas Wilayah Administrasi Desa secara Kartometrik. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Pemprov Lampung bersama Pemkab/Pemkot membahas peta desa yang akan dimasukkan ke peta digital melalui Badan Administrasi Geospasial (BIG). 

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik,  Fahrizal menjelaskan ke depan semua informasi tentang geografis yang menentukan lokasi harus menggunakan  pertanyaan standar.  

"Bicara batas desa, desa merupakan daerah otonomi yang terbawah sehingga seharusnya data itu harus akurat dan tuntas di desa, agar ke atasnya lebih mudah," kata dia dalam rapat koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Delineasi Batas Wilayah Administrasi Desa secara Kartometrik tanpa kesepakatan di Provinsi Lampung,  di ruang Sungkai,  Gedung Balai Keratun Pemprov Lampung, Selasa (12/2/2019).

Tugas pemerintah yakni memberikan kepastian hukum,  seperti membangun data kependudukan dan peta yang akurat,  sehingga bisa memudahkan pelayanan kepada masyarakat. 

Contohnya, Pesisir Barat sudah menyelesaikan beberapa peta desa skala 1:5000 untuk menyelesaikan detail perencanaan tata ruang. 

Pihaknya berharap di tiap desa akan memiliki peta desa digital dengan skala 1:5000.  Didalamnya akan ada informasi perencanaan, data kepemilikan properti dan lainnya guna membantu mempercepat proses perizinan dengan syarat harus mempunyai data yang akurat. 

"Sehingga nantinya tidak perlu melalui proses perizinan yang lama. Orang yang minta izin bisa melakukan pengecekan dengan memasukkan tititk koordinatnya. Jika syarat terpenuhi maka akan ada tanda hijau. Kalau sekarang,  masih cek lagi,  ukur lagi, dan sebagainya,"paparnya. 

Dijelaskannya,  selama ini beberapa instansi memiliki peta versinya,  sehingga saat digabung mengalami ketidakcocokan. 

"Peta itu harus standar dan harus satu,  selama ini kan ada banyak peta dari berbagai instansi,  peta jalan kalau digabungkan tidak akurat,  metode pembuatan berbeda,  metode proyeksi berbeda. Maka kita dibantu Big akan menyusun itu sehingga peta akan akurat,"ungkapnya. 

Kabid Pemetaan Batas Wilayah Administrasi BIG Eko Artanto meminta  pemda bisa menyerahkan peta desa yang telah ada saat ini. Kemudian BIG akan menyusun batas-batas wilayah dengan citra satelit. 

"Proses ini akan selesai pada akhir tahun, kemudian peta digital dari kami akan diserahkan kembali ke pemda untuk diverifikasi kembali dan melakukan kesepakatan jika ada masalah terkait batas wilayah," tutur dia. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID