Pilgub Lampung dan Isu Angkatan Kerja Muda - RILIS.ID
Pilgub Lampung dan Isu Angkatan Kerja Muda
[email protected]
Rabu | 28/03/2018 06.01 WIB
Pilgub Lampung dan Isu Angkatan Kerja Muda
Renvi Liasari; Pegiat Isu Anak, Alumnus ISS Belanda

BERBAGAI komunitas anak muda di Bandarlampung berkumpul selama dua hari, 27-28 Maret 2018 dalam acara Lampung Youth Voice.

Kehadiran mereka merepresentasikan kerentanan isu terkait ketersediaan lapangan kerja yang layak, program pelatihan kesiapan kerja, akses magang yang layak, dan juga program wirausaha bagi anak muda. 

Turut hadir berbagai stakeholders mulai dari birokrasi, akademisi, praktisi, dan juga kalangan legislatif untuk bersama-sama mendiskusikan berbagai topik terkait angkatan kerja muda. 

Kegiatan Lampung Youth Voice sendiri diharapkan menjadi media yang menjembatani suara-suara anak muda kepada pemerintah, DPRD, dan juga swasta. Lewat kegiatan semacam ini harapannya menjadi media kolaborasi untuk bersama-sama memecahkan isu angkatan kerja muda. 

Data angkatan kerja Agustus 2017 dari Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional mencatat, ada sekitar 7 juta lebih orang yang menganggur, dari total keseluruhan 128 juta angkatan kerja. 

Lebih spesifik, per golongan umur, angkatan kerja terbesar di Indonesia adalah mereka yang berusia 35-39 tahun. Angkatan kerja dari golongan usia ini mencapai 17,6 juta orang.

Posisi kedua terbesar diduduki oleh mereka yang berusia 30-34 tahun dengan jumlah 15,5 juta orang. Dari data yang sama, terlihat angka pengangguran yang tinggi dari golongan umur 15-19 tahun dan 20-24 tahun.

Ketidakmampuan pemerintah dan tentu juga swasta dalam menciptakan kesempatan kerja produktif ini berakibat pada ketimpangan pendapatan yang tinggi dan dapat menciptakan permasalahan sosial politik yang serius. Penciptaan kesempatan kerja produktif merupakan prioritas tidak saja bagi pemerintah, tetapi juga swasta. 

Pemilih Milenial
Badan Pusat Statistik memperkirakan jumlah pemilih milenial pada Pilkada 2018 ini ada sekitar 35 juta. Diperkirakan pada Pemilu 2019 nanti, jumlah pemilih berusia 17-35 tahun mencapai 52 persen atau lebih kurang setara dengan 100 juta orang.

Lampung sebentar lagi akan menggelar hajatan demokrasi untuk memilih gubernur. Penulis belum mengetahui persis berapa jumlah pemilih milenial dalam Pilgub Lampung yang akan digelar. Yang jelas, berbagai program telah ditawarkan para kandidat yang akan maju dalam Pilgub Lampung. 

Sayangnya isu angkatan kerja muda belum menjadi perhatian serius. Padahal pemilih milenial cukup banyak. Isu ini tenggelam di tengah isu terkait infrastruktur dan isu-isu populis lainnya. 

Kita tentu berharap para kandidat gubernur akan memberi perhatian serius terhadap isu angkatan kerja muda ini dalam program-program yang ditawarkan.

Lewat politik anggaran yang memperhatikan angkatan kerja muda diharapkan pengurangan pengangguran akan dapat dilakukan secara bersama-sama.

Bagaimanapun ketersediaan pekerjaan produktif merupakan cara yang efektif bagi peningkatan kesejahteraan, pengurangan ketimpangan pendapatan, dan penyaluran kemampuan produktif angkatan kerja, terutama usia muda. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID