Pilwakot 2020, Adu Gengsi Golkar vs PDIP - RILIS.ID
Pilwakot 2020, Adu Gengsi Golkar vs PDIP
Taufik Rohman
Senin | 20/05/2019 10.36 WIB
Pilwakot 2020, Adu Gengsi Golkar vs PDIP
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Bandarlampung – Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 memang masih setahun lagi. Namun di Kota Bandarlampung khususnya, mulai terasa hangat. Sejumlah kandidat bermunculan untuk meramaikan suksesi kepemimpinan itu.

Ada delapan kabupaten/kota yang mengikuti pilkada 2020. Yakni Kota Bandarlampung dan Metro, serta Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Waykanan, dan Pesisir Barat. 

Beberapa daerah barangkali masih terasa adem-ayem. Tapi untuk pemilihan wali kota (pilwakot) Bandarlampung, beberapa kandidat mulai terang-terangan bakal ikut memperebutkan kursi panas itu (berita ini juga dapat dibaca di koran Rilisid Lampung, Senin, 20/5/2019).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Lampung, Arinal Djunaidi, misalnya. Ia menyatakan dukungannya kepada kader pohon beringin, Rycko Menoza SZP.

Gubernur Lampung terpilih itu, bahkan meyakini putra mantan gubernur Sjachroedin ZP tersebut bakal sukses menggantikan Wali Kota Bandarlampung Herman HN yang habis masa jabatannya pada 11 Februari 2011.

Pengalaman Rycko sebagai Bupati Lampung Selatan (Lamsel) periode 2010-2015 diyakini merupakan modal besar baginya untuk menjadi orang nomor satu di Kota Tapis Berseri.

"Saya harap, Rycko Menoza siap untuk menjadi calon Wali Kota Bandarlampung pada tahun 2020 nanti," kata Arinal, kala itu.

Tak hanya mendukung. Arinal, kabarnya, mulai gencar menyosialisasikan Rycko sebagai jagoan tunggal partai beringin. Bahkan di beberapa titik di Bandarlampung, baliho Rycko sudah mulai bertebaran.

Dihubungi Rilisid Lampung, Rycko tak menampik. Menurut wakil ketua DPD I Golkar Lampung itu, dukungan dari ketua partainya adalah hal lumrah.

"Seperti kita ketahui, Pak Arinal ini adalah Gubernur Lampung terpilih dan juga Ketua Golkar Lampung. Makanya wajar jika beliau ingin banyak kader partainya duduk di eksekutif seperti menjadi wali kota atau bupati," ungkap Rycko, Kamis (16/5/2019).

Jika terpilih, maka duet kader Golkar di level provinsi dan kota ia yakini akan membawa kemajuan bagi Lampung.

”Koordinasi akan jadi lebih mudah jika sama-sama berasal dari partai yang sama,” tegas ketua harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lampung Sai ini.

Tokoh lainnya yang santer disebut maju adalah Eva Dwiana Herman HN atau akrab disapa Bunda Eva, yang pada pemilu legislatif (pileg) 2019 meraih suara terbanyak untuk calon DPRD provinsi dari daerah pemilihan Kota Bandarlampung.

Suara anggota DPRD Provinsi Lampung itu, bahkan mampu menggeret tiga caleg PDIP di bawahnya untuk menduduki kursi legislatif. Eva diketahui meraup hingga 86.258 suara berdasarkan hasil rekapitulasi suara KPU Lampung.

Namun sayang, hingga berita diturunkan Eva tak mau banyak komentar untuk masalah ini. Dia hanya menjawab pendek, ”Siap!”.

Eva, agaknya, masih menikmati kemenangannya di pileg 2019. Ia juga baru pulang umrah untuk menyatakan rasa syukurnya kembali menduduki kursi DPRD Lampung.

Pertarungan Rycko dan Eva diyakini bakal menjadi adu gengsi antara partai beringin dan banteng. Keduanya sama-sama didukung partai besar dan memiliki basis massa yang kuat.

Eva membawa pengaruh sang suami, Herman HN, wali kota Bandarlampung dua periode (2010-2015 dan 2016-2021).

Sementara itu, Rycko pasti mendapat sokongan penuh dari sang ayah, Sjachroedin ZP, yang juga mantan gubernur Lampung dua masa jabatan (2004-2008 dan 2009-2014).

Duel Golkar dan PDIP itu diprediksi berlangsung sengit, mendominasi perebutan kursi wali kota di mana tahapannya diperkirakan mulai September 2019 ini.

Meski demikian, kandidat-kandidat lain tak boleh diremehkan. Sebut saja anggota DPRD Lampung terpilih 2019-2024, Yusirwan, yang juga menyatakan kesiapannya ikut berkompetisi di ajang pilwakot. Sosialisasi terus ia lakukan untuk menaikkan popularitas dan elektabilitasnya.

Kader Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung itu menyatakan dirinya memiliki keinginan kuat untuk bisa mengembangkan Bandarlampung ke arah lebih baik. 

”Saya akui gencar sosialisasi agar terlihat petanya nanti seperti apa,” jelasnya.

Anggota DPRD Kota Bandarlampung dua periode itu membidik seni budaya sebagai program andalannya. Bandarlampung baginya harus menjadi kota yang maju dan lebih modern. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID