PLTU Sebalang Stagnan, PLN Maksimalkan PLTG New Tarahan - RILIS.ID
PLTU Sebalang Stagnan, PLN Maksimalkan PLTG New Tarahan

Sabtu | 08/09/2018 14.37 WIB
PLTU Sebalang Stagnan, PLN Maksimalkan PLTG New Tarahan
Petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Lampung Selatan dan BPBD Kota Bandarlampung di lokasi kebakaran PLTU Sebalang, Kamis (23/8/2018) lalu. FOTO: HUMAS PEMADAM LAMSEL/ Heri Bastian

RILIS.ID, Bandarlampung – Musibah terbakarnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang, menjadi titik tolak bagi PT PLN (persero) untuk berbenah. Mereka terus mencari opsi-opsi untuk mengatasi defisit daya yang saat ini mencapai 11 megawatt (MW).

Seperti diketahui, belt conveyor PLTU Sebalang pada Kamis (23/8/2018) lalu dilalap api. Hal ini menyebabkan suplai listrik untuk Provinsi Lampung berkurang. Terjadi defisit daya hingga 165 megawatt (MW).

Akibatnya, PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir hingga akhir November 2018 nanti. Hal ini dengan estimasi perbaikan PLTU Sebalang memakan waktu hingga tiga bulan.

Upaya PLN saat ini adalah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) New Tarahan dan meningkatkan kapasitas trafo di Gardu Induk (GI) Seputihbanyak, Lampung Tengah.

”PLTG New Tarahan sudah mulai beroperasi Kamis (6/9/2018) dan memasok 5 MW dari kapasitas maksimalnya 24 MW,” papar Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Distribusi Lampung Hendri AH, Sabtu (8/9/2018).

Dia menerangkan belt conveyor adalah seperti karet berjalan untuk mengangkut batu bara secara otomatis ke bungker PLTU. Setelah emas hitam itu dipanaskan dengan boilt, munculah uap untuk memutar turbin yang menghasilkan daya listrik.

Masuknya PLTU Tarahan Unit 4 yang memasok daya 83 MW sedikit banyak membantu mengurangi defisit. Hal ini ditambah masuknya PLTG (pembangkit listrik tenaga gas) Sutami sebesar 30 MW. 

Meski demikian, hingga Kamis (6/9/2018) malam pukul 19.06 WIB, sistem kelistrikan di Lampung masih mengalami kekurangan daya sebesar 11 MW. 

"Saat ini masih terjadi pemadaman bergilir. Namun jauh berkurang dibanding pasca-PLTU Sebalang terbakar dua minggu lalu," beber Hendri.

Dia optimistis apabila PLTG New Tarahan telah beroperasi maksimal, listrik Lampung bisa kembali normal.


Opsi Peningkatan Daya

General Manager PT PLN Distribusi Lampung, Julita Indah, menjelaskan PT PLN Distribusi Lampung mendukung upaya eksplorasi potensi panas bumi yang melimpah.

Hal itu disebutnya sebagai sumber energi baru untuk  penyediaan layanan listrik di wilayah Provinsi Lampung. Salah satunya panas bumi di Danau Ranau. 

Pihaknya saat ini sedang membahas hal itu dengan Dirjen Ketenagalistrikan dan Pemerintah Provinsi Lampung.

”Panas bumi di Danau Ranau dapat memberikan energi listrik yang bisa digunakan untuk Provinsi Lampung," singkat dia.

Peningkatan kapasitas trafo di Gardu Induk (GI) Seputihbanyak juga dilakukan dalam kerangka itu. Trafo yang hampir mencapai kapasitas maksimalnya 60 MVA (megavolt-ampere), akan dinaikkan sehingga mampu melayani kebutuhan listrik pelanggan. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID