Polisi dan PWNU Punya Data Ponpes Rawan Radikalisme - RILIS.ID
Polisi dan PWNU Punya Data Ponpes Rawan Radikalisme
[email protected]
Minggu, 2018/06/24 20.05
Polisi dan PWNU Punya Data Ponpes Rawan Radikalisme
Ketua PWNU Lampung Pro. Mohammad Mukri ketika diwawancarai di Mapolda Lampung, Minggu (24/6/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M.Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Ketua PWNU Lampung, Prof. Mohammad Mukri, menyatakan ada beberapa dari 690 pondok pesantren (ponpes) di Lampung yang dicurigai menjalankan kurikulum kegiatan belajar-mengajar dengan paham radikalisme. 

”Tapi mana yang ditenggarai kami tidak bisa berikan datanya. Itukan semua sudah dipantau kepolisian. Ibarat di dalam akuarium, tadinya cuma bisa dilihat, tapi setelah revisi undang-undang terorisme, kepolisian sekarang bisa melakukan tindakan pencegahan,” paparnya setelah menghadiri acara Iqtigasah Pilkada Damai di Mapolda Lampung, Minggu (24/6/2018).

Disinggung upaya pencegahan seperti apa yang dilakukan oleh PWNU bersama Polri, Mukri menyatakan pihaknya berupaya merangkul dan menyadarkan kelompok tersebut agar tidak terjerumus dalam radikalisme. 

Sebab, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung ini sangat menyayangkan aksi teror yang selama ini terjadi dengan mengatasnamakan agama, khususnya Islam.

Menurutnya Islam merupakan agama rahmatan lil alamin. Artinya agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Termasuk hewan, tumbuhan, dan jin, apalagi sesama manusia.

”Jadi kalau yang saya lihat semuanya ini paham radikalisme atau bentuk aksi teror semua hanya pergerakan politik. Di mana ideologi mereka tidak suka dengan negara saat ini,” tutupnya.

Di tempat sama, Kapolda Lampung, Irjen Suntana, meminta masyarakat tidak mengaitkan pondok pesantren (ponpes) dengan sarang teroris atau kelompok radikalisme.

Baru-baru ini tim dari Densus 88 Mabes Polri dan Polda Lampung memang mengamankan terduga teroris, Misgianto (55). Hanya kebetulan, Misgianto merupakan pimpinan Ponpes Al-Mubaroq. Ponpes itu terletak di Desa Karanganyar, Jatiagung, Lampung Selatan. 

”Jangan pernah kaitkan ponpes dengan radikalisme dan terorisme. Semua potensi radikalisme bisa ada di mana saja,” tegasnya kepada rilislampung.id.

Polda Lampung bersama TNI, Pemda, ulama dan Kiai serta instansi terkait karenanya bersama-sama terlibat mencegah dan memberantas bibit radikalisme. (*)
 

Editor gueade


komentar (0)