Polisi Layangkan Panggilan untuk Dosen CE - RILIS.ID
Polisi Layangkan Panggilan untuk Dosen CE
Bayumi Adinata
Senin | 30/04/2018 17.36 WIB
Polisi Layangkan Panggilan untuk Dosen CE
Kasubdit IV Krimum Polda Lampung AKBP Ketut Seregig memberikan keterangan terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan dosen Unila berinisial CE kepada awak media, Selasa (30/4/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan CE terhadap mahasiswinya DCL (22) terus bergulir. Penyidik Ditreskrimum Polda Lampung berencana memanggil dosen FKIP Universitas Lampung (Unila) itu, Selasa (1/5/2018).     

Kasubdit IV Krimum Polda Lampung AKBP Ketut Seregig mengatakan, penyidik bakal melayangkan surat panggilan kepada CE, besok (Selasa, 1/5/2018).  

”Kita tunggu tiga hari setelah surat panggilan pertama dilayangkan,  jika tidak ditanggapi, kita kirim lagi panggilan kedua. Kalau tidak ditanggapi juga, akan dijemput paksa,” ujarnya kepada Rilislampung.id, Senin (30/4/2018).

Dia menjelaskan, dalam permasalahan ini, pihaknya sudah mengumpulkan alat bukti. Di antaranya percakapan pesan WhatsApp antara pelapor dan terlapor. Namun, menurutnya alat bukti tersebut tidak cukup. Pelapor juga harus menyerahkan barang bukti lain di antaranya pemeriksaan dokter ahli bahwa yang bersangkutan dilecehkan.

Selain itu, terus dia, pihaknya juga sudah memeriksa saksi-saksi, salah satunya teman dekat pelapor bernama Firda.

”Tapi semua itu belum cukup sebagai alat bukti,” bebernya.

Sementara, Kassubag Pendidikan dan Evaluasi Unila Sumarni mengatakan, pihaknya mempercayakan dugaan kasus pelecehan seksual tersebut kepada pihak kepolisian untuk membuktikan kebenarannya.  

”Kalau beliau (CE, Red) merasa tidak bersalah, jangan takut!” pesan dia. 

Sumarni mengaku tak menyangka CE dilaporkan mahasiswinya terkait dugaan pelecehan seksual. Sebab, di matanya CE adalah sosok yang baik dan ramah.

Istri CE juga seorang guru di SMAN 9 Bandarlampung dan sangat dekat dengan dosen dan pegawai di Unila. Karenanya, ia tak habis pikir jika CE dituduh melecehkan mahasiswinya, terlebih CE sudah sembilan tahun mengajar di Unila.

”Jujur, kaget saya mas saat membaca pemberitaan di media,” akunya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID