Presiden Berharap ICMI Rumuskan Solusi Masalah Bangsa - RILIS.ID

Presiden Berharap ICMI Rumuskan Solusi Masalah Bangsa
Taufik Rohman
Kamis, 2018/12/06 21.00
Presiden Berharap ICMI Rumuskan Solusi Masalah Bangsa
Presiden Jokowi usai membuka Silaknas ICMI. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Silaknas dan Milad ke-28 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang dihelat di Ruang Mahligai Agung Convention Hall Pascasarjana UBL, Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 20.17 Wib.

Jokowi berpesan agar ICMI dapat memberikan solusi terhadap beban yang dipikul bangsa dan negara saat ini.

"Saya yakin peran ICMI, bisa membawa negara Indonesia ini lebih maju, dengan hijrah ke arah yang lebih baik, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta iman dan taqwa," kata Jokowi saat sambutan sebelum membuka secara resmi Silaknas dan milad ke 28 ICMI.

Menurutnya permasalahan saat ini yang sudah menahun adalah masalah ekonomi, dan Indonesia masih belum menjadi negara yang mampu berdiri sendiri dengan kekayaan alam yang berlimpah ruah.

"Saya tahu ICMI bukan sembarangan ormas, dia yang memegang nilai nilai keislaman dan menguasai teknologi, artinya ICMI tempat berkumpulnya orang-orang berilmu. Kalau yang kecil bisa saya pecahkan sendiri, tapi kalau yang berat bisa kita pecahkan bersama-sama. Kita pikirkan masalah yang sudah berpuluh-puluh tahun, yakni masalah ekonomi, defisit transaksi berjalan, kalau kita bisa selesaikan ini, kita bisa meningkat ke middle in company," kata orang nomor satu di Indonesia ini.

Oleh karena itu, kata Jokowi dengan silaknas dan milad ICMI ini dapat membuahkan terobosan-terobosan.

"Kita perlu terobosan besar, karena sumberdaya alam (SDA) kita berlimpah ruah, kemudian perlu penguatan SDM.

Kita lihat SDA seperti batubara, boksit. Contoh boksit setiap tahun jutaan boksit mentah kita ekspor. Disisi lain kita impor alumina hasil dari boksit.

“Maka Kita tahun ini bangun repairing agar kita bisa murnikan minyak mentah kita. Kita masih mengimpor bahan baku sintetis, dan lainnya. Batubara kita saat ini ekspor 480 juta ton per tahun. "80 ton di pakai untuk PLN, dan yang di ekspor 400 juta ton dikirim keluar negeri," ungkapnya.

Padahal jika hilirisasi itu semua, kita bisa mengekspor. "Karena kita punya bahan mentahnya," kata dia.

Juga masalah kelapa sawit, kata Mantan gubernur DKI Jakarta ini, Indonesia terbesar di dunia, yakni 42 juta produksi kita saat ini per tahun. Namun, dijual ke luar negeri dalam bentuk mentah.

"Semoga Allah SWT melindungi kita semua, dan semoga bisa mewujudkan apa yang direncakan. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya membuka silaknas dan milad ke 28 ICMI," kata Jokowi.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)