PT LJU Fokus Kembangkan Bisnis Infrastruktur dan Perumahan - RILIS.ID
PT LJU Fokus Kembangkan Bisnis Infrastruktur dan Perumahan
[email protected]
Sabtu | 23/06/2018 11.46 WIB
PT LJU Fokus Kembangkan Bisnis Infrastruktur dan Perumahan
Ketua Dewan Komisaris PT Lampung Jasa Utama dan jajaran direksi menggelar rapat perdana pada Jumat (22/6/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Direktur Utama PT Lampung Jasa Utama (PT LJU) Andi Jauhari Yusuf mengaku tengah melakukan pengembangan beberapa bisnis baru. Ia berharap Pemprov Lampung bisa mendukung program tersebut.

Sejumlah bisnis yang akan dikembangkan, di antaranya operator pengelolaan rest area Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan pengembangan kemaritiman di wilayah pelabuhan.

Kemudian PT LJU juga tengah menggarap bisnis perumahan yang dinilai menjadi salah satu income, dan pengembangan kawasan industri Waypisang serta Pelabuhan Sebalang.

“Saat ini, (Bisnis) yang sedang berjalan adalah konektivitas transportasi melalui bus trans dan taxi trans Lampung,” kata Andi kepada rilislampung.id, Sabtu (23/6/2018).

Dari beberapa unit usaha baru tersebut, Andi menilai pengembangan bisnis perumahan sangat menjanjikan di Lampung. “Kami berharap dukungan Pemprov agar kita bisa cepat bersaing dengan perusahaan nasioanal yang sudah ramai-ramai masuk untuk membangun Lampung,” ujarnya.

Sementara Asisten II Pemprov Lampung Taufik Hidayat yang juga Ketua Dewan Komisaris PT LJU, menuturkan bahwa BUMD merupakan leading sektor bisnis daerah sehingga perlu memperhatikan peluang dan proyek strategis nasional yang ada di daerah.

“Cukup banyak peluang usahanya, seperti bekerja sama dengan PT Pelindo untuk pengembangan kawasan industri Waypisang dan pelabuhan Sebalang," katanya.

Menurut Taufik, pengembangan Sebalang tinggal menunggu aksi nyata dari penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan PT Pelindo dan PT LJU beberapa waktu lalu.

“Kami kan punya lahan, dan kami serahkan saja ke BUMD untuk pengembangannya. Prosesnya masih mempersiapkan agar PT LJU ambil bagian dalam operasional disana. Bisa dari pergudangan atau kontainer. Tapi untuk sekarang ini belum mulai karena pelabuhannya saja masih konstruksi," pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID