PT MDI Bangun Pabrik Garam ISWAT di Kalianda, Ridho: Kita Dukung Penuh - RILIS.ID
PT MDI Bangun Pabrik Garam ISWAT di Kalianda, Ridho: Kita Dukung Penuh
[email protected]
Selasa | 04/12/2018 18.59 WIB
PT MDI Bangun Pabrik Garam ISWAT di Kalianda, Ridho: Kita Dukung Penuh
Gubernur Ridho Ficardo menerima rombongan PT MDI di Mahan Agung, Selasa (4/12/2018). FOTO: HUMAS PEMPROV LAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mendukung penuh pembangunan pabrik garam Integrated Seawater Account Technology (ISWAT) PT Mekadaya Danadyaksa Indonesia (PT MDI) di Kalianda, Lampung Selatan.

Pabrik ini menggandeng perusahaan asal Belanda yang memakai instalasi ISWAT. Sehingga pengelolaan air laut menjadi air bersih, menghasilkan listrik, air distilasi, dan garam farmasi.

Menurut Ridho, perusahaan ini menjadi industri garam farmasi pertama di Indonesia. Penyedian air bersih dan listrik itu juga guna menjadi infratruktur dasar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Lampung Selatan.

“Tentu kita dukung penuh. Ini untuk kepentingan masyarakat sekitar karena mampu menghasilkan air bersih dan pemanfataan lain untuk warga Lampung, khususnya sekitar Kalianda," katanya dalam keterangan yang diterima Rilislampung.id, Selasa (4/12/2018).

Sementara Tenaga Ahli Pemerintah Provinsi Lampung Bidang Pariwisata, Widiyo Imam Prasetio, investor akan melakukan perjanjian kerja sama pada 5 Desember 2018.

Menurut dia, perjanjian kerja sama itu dalam bentuk penandatanganan kontrak sekaligus soft launching pembangunan industri.

PT Mekadaya Danadyaksa Indonesia bekerjasama dengan perusahaan teknologi dari Belanda yang bergerak di bidang penyediaan teknologi pengolahan garam.

“Jadi mereka yang menyiapkan alat-alatnya. Lalu, PT Nusa Sukses Investa mengooperasikan ISWAT. Ini dibangun dengan kerjasama antara investor Indonesia dan pemilik teknologi dari Belanda," terang Widiyo.

Selain itu, lanjut dia, PT Abda Putra Lestari yang membeli produk garam dan air distilasi untuk keperluan industri farmasi. Pada tahap pembangunan akan dibebaskan lahan seluas 2,1 hektar.

“Pak Gubernur sangat mendukung. Kami tadi berbicara proses perizinan, pembebasan lahan, dan lainnya. Kemudian kami melaporkan progres dan mohon petunjuk perizinan yang perlu dilengkapi," ujarnya.

Widiyo menambahkan perusahaan tersebut mampu mengahasilkan 70 ton garam dan 1 juta liter air per hari.

“Pak Gubernur berharap agar ISWAT ini segera beroperasi. Pada pertemuan ini disepakati untuk bisa beroperasi mulai Agustus 2019," pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID