Pulihkan Pariwisata Pascatsunami, Menpar Puji Gubernur Lampung - RILIS.ID

Pulihkan Pariwisata Pascatsunami, Menpar Puji Gubernur Lampung
[email protected]
Jumat | 11/01/2019 14.34 WIB
Pulihkan Pariwisata Pascatsunami, Menpar Puji Gubernur Lampung
Muhammad Ridho Ficardo. FOTO: HUMAS PEMPROV LAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memuji reaksi cepat Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yang memulihkan pariwisata pascatsunami Selat Sunda.

Menpar sengaja mengundang Ridho pada rapat koordinasi pemulihan sektor pariwisata pascatsunami Selat Sunda di Marbella Convention Hotel Anyer, Serang, Banten, Jumat (11/1/2019).

Pascatsunami yang memporak-porandakan objek wisata di Banten dan Lampung, Kemenpar langsung memulihkan pariwisata menggunakan strategi BAS (Branding, Advertising, Selling). Di antaranya melakukan branding #ExcitingBanten, #TheTreasureOfSumatra, dan advertising di seluruh platform media serta merchandise.

“Tidak semua area Banten dan Lampung terdampak. Selling di event pariwisata, famtrip, dan roadshow penjualan pariwisata, dan hal itu sudah lebih dahulu dilakukan oleh Gubernur Lampung," kata Arief dalam keterangannya yang diterima Rilislampung.id, Jumat (11/1/2019).

Menurut Arief, rencana aksi pemulihan difokuskan untuk pemulihan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan kepariwisataan, strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak, serta pemulihan destinasi pariwisata yang terdampak.

Kemenpar juga mengusulkan kepada Otoritas Jasa Keuanangan (OJK) dan pihak terkait untuk memberi relaksasi di bidang keuangan termasuk cicilan ke bank.

Dalam masa recovery, Kemenpar menyiapkan 23 kegiatan yang berlangsung di dalam negeri dan mancanegara.

“Kita menyiapkan sejumlah aksi dalam mendukung strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak tsunami Selat Sunda yang terbagi dalam 23 kegiatan,” terang Arief.

Sementara Ridho menyatakan bahwa tsunami Selat Sunda tidak hanya menelan korban jiwa dan harta benda, melainkan juga berdampak pada destinasi wisata Lampung.

Termasuk erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi gempa tektonik atau vulkanik yang memicu terjadinya gelombang tinggi.

“Kondisi ini membuat para wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara khawatir. Hal inilah yang memicu menurunnya animo pengunjung datang ke Lampung,” ujarnya.

Selain melakukan evakuasi dan rehabilitasi bagi korban tsunami, Ridho melakukan langkah cepat untuk memulihkan sektor pariwisata melalui kampanye #LampungItuKerreen dan penyelenggaraan Lampung Great Sale.

“Kami juga melakukan aksi bersih-bersih pantai, berkolaborasi dengan stakeholder pariwisata, media dan travel blogger guna membentuk imej atau citra pariwisata Lampung yang nyaman untuk berwisata," jelas Ridho.

Selain itu, masih kata dia, dilakukan recovery amenitas infrastruktur di daerah terdampak tsunami, termasuk relaksasi sektor keuangan dan pembiayaan untuk industri pariwisata menata sarana dan prasarana destinasi wisata.

“Penyediaan amenitas pariwisata pada Februari dan April 2019 melalui APBD Provinsi Lampung," ucapnya.

Kebutuhan dukungan recovery amenitas destinasi wisata di Lampung Selatan sebesar Rp7,95 miliar, kapal wisata/nelayan, PLTS di Legundi Kabupaten Pesawaran Rp11,25 miliar, kapal wisata/nelayan, bantuan recovery homestay, dan dermaga jeti di Teluk Kiluan Rp4 miliar.

Kemudian pelatihan kepada masyarakat di sekitar destinasi untuk meningkatkan kapasitas SDM. Bimtek pengelola homestay, pengembangan sadar wisata dan sapta pesona (Maret 2019), pelatihan chef (dengan stakeholder).

Asdep PSDMHAL Kemenpar memberikan dukungan trauma healing berupa Gerakan Sadar Wisata, Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat, dan Sertifikasi Kepemanduan Wisata dan Tour Leader Umroh sebesar Rp1,071 miliar.

“Untuk menjadikan kawasan pesisir Rajabasa menjadi kawasan pariwisata dan zona hijau dibutuhkan dukungan kajian atau masterplan kawasan wisata dan zona hijau pesisir Rajabasa yang dilengkapi dengan mitigasi bencana,” tandas Ridho. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID