Pupukku Sayang, Pupukku Malang (Habis) - RILIS.ID
Pupukku Sayang, Pupukku Malang (Habis)
[email protected]
Sabtu | 02/03/2019 06.03 WIB
Pupukku Sayang, Pupukku Malang (Habis)
Dwi Eva Nirmagustina, Dosen Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Lampung

KEJUJURAN adalah hal utama dalam segala aspek kehidupan. Tanpa kejujuran tidak ada yang bisa dilakukan kecuali menipu diri sendiri, orang lain, dan sekeliling.

Salah satu masalah yang sering muncul dalam penyaluran pupuk subsidi adalah adanya ketidakjujuran dalam memberikan data.

Padahal data yang akurat dan sumber yang bisa dipercaya sangat penting dalam hal ini. Baik data luas lahan yang dimiliki petani, jumlah pupuk yang dibutuhkan, dan lain sebagainya.

Kali ini saya tidak akan berbicara mengenai pupuk subsidi yang selalu menjadi topik menarik setiap musim tanam. Tapi saya akan membahas karakter yang harus dimiliki suatu bangsa untuk bisa maju dan bersaing dengan bangsa lain.

Saat ini kita telah memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang penuh dengan tantangan. Suatu era yang dicirikan oleh bermunculannya kehidupan yang dikelilingi oleh teknologi berbasis internet, robot kecerdasan buatan, teknologi nano, bioteknologi, teknologi komputer kuantum, blockchain, dan printer 3D.

Tanpa adanya karakter bangsa yang kuat pada generasi mendatang maka kita bisa menjadi bangsa pecundang yang musnah. Tentu kita tidak mau hal demikian terjadi pada bangsa kita yang besar. Kita harus menjadi bangsa yang mampu beradaptasi dan terus maju.

Pada dasarnya kita punya ”Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa”, yang mengandung nilai-nilai hebat. Yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, dan demokratif.

Lalu, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab.

Tapi sepertinya ini sekadar kurikulum yang disampaikan ke siswa tapi tidak dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga nilai-nilai ini tidak meserap dalam jiwa raga siswa.

Kita belum punya cara nyata bagaimana nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ini tertanam dan mengakar kuat pada anak-anak kita sehingga menjadi karakter bangsa.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah pendidikan yang harus diberikan pada pendidikan dasar untuk menciptakan generasi muda yang berkepribadian.

Bagaimana dengan pendidikan dasar kita saat ini? Apa yang menjadi prioritas pendidikan dasar kita? Apakah pendidikan dasar kita lebih mementingkan penguasaan ilmu dan teknologi dibandingkan pembentukan karakter?

Apakah menguasai calistung lebih penting daripada adab sopan santun? Apakah mampu melakukan operasi matematika lebih penting daripada tidak bisa antri? Apakah hafal berbagai sumber energi lebih penting daripada tepat waktu? Apakah hafal peninggalan sejarah lebih penting daripada memiliki tolerasi antar sesama?

Dalam hal ini saya tidak ingin mengatakan bahwa penguasaan ilmu dan teknologi tidak penting. Sangat penting! Namun pada pendidikan dasar lebih baik bebannya dikurangi agar lebih fokus pada pembentukan karakter.

Setelah mereka memiliki karakter yang kuat, maka pada jenjang pendidikan menengah baik SMP maupun SMA penguasaan ilmu dan teknologi memiliki porsi yang lebih banyak.

Tentu saja pembentukan karakter anak-anak kita ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi kita semua sebagai orang tua dan lingkungan sekitar juga turut bertanggungjawab membentuk karakter bangsa ini.

Menilik ke negara Jepang, mereka memiliki pendidikan dasar yang cukup baik dan patut untuk ditiru. Sekolah-sekolah mengajarkan pendidikan karaker dengan sangat ketat. Tidak hanya teori tapi diimplementasi dalam praktik di sekolah dan di kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, mereka akan malu jika mereka tidak bisa antre, malu tidak tepat waktu, malu jika menggangu privasi orang lain, malu jika membuang sampah sembarangan, atau malu mengambil hak orang lain. Apakah karakter-karakter ini ada dan telah melekat pada diri kita dan anak-anak kita? Saya kira belum semua kita memilikinya.

Sebetulnya bangsa kita mempunyai satu fondasi kuat sebagai dasar untuk memiliki karakter yang unggul. Yaitu bangsa yang religius.

Sebagai bangsa yang berketuhanan yang maha esa kita sepatutnya memiliki kepribadian yang unggul.

Semoga dengan dasar agama yang kuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan disegani oleh bangsa-bangsa lain dengan karakter-karakter yang unggul.

Kembali kepada kata jujur. Jujur adalah karakter yang harus dimiliki setiap orang. Kejujuran adalah hal prinsip dalam kehidupan. Apabila kita bisa jujur dalam segala aspek kehidupan, tidak hanya mengenai pupuk subsidi yang selalu memiliki kendala dalam penyalurannya, tapi hal lain juga maka semua hal bisa diatasi dengan mudah.

Mari kita mulai saat ini juga dengan berkata jujur, berbuat  jujur, berlaku jujur, dan bersikap jujur. (*)

 

 

 

                   

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID