Ramadan dan Sedekah - RILIS.ID
Ramadan dan Sedekah
[email protected]
Kamis | 31/05/2018 06.01 WIB
Ramadan dan Sedekah
Asrian Hendi Caya, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Lampung; Peneliti Pusat Studi dan Informasi Pembangunan

RILIS.ID, – RAMADAN memang penuh berkah. Semua amal ibadah terbaik dilakukan saat Ramadan. Karena pada saat Ramadan orang sedang saum sehingga imbalan kebaikannya dilipatgandakan Allah SWT.

Rasulullah ditanya, ”Sedekah manakah yang paling utama?” Beliau menjawab, ”Sedekah di Bulan Ramadhan” (HR. Tirmidzi). Bila demikian apalagi yang kita tunggu, ayo manfaatkan Ramadan untuk meningkatkan sedekah dan membiasakannya.

Bersedekah adalah akhlaqul karimah yang dicontohkan Rasulullah SAW. ”Nabi SAW adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadan. Tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadan. Jibril mengajarkan Alquran. Dan Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup” (HR. Bukhari No. 3554 dan Muslim No. 2307). 

Rasulullah SAW semangat bersedekah, karena, Allah mencintai kedermawanan. ”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi. Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia. Ia membenci akhlak yang buruk” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744).

Sedekah ini luas sekali cakupannya. Bisa berupa harta dan makanan, bisa juga berupa kebaikan dan ucapan atau ungkapan.  Rasulullah SAW bersabda, ”Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

”Setiap persendian salah seorang di antara kalian ada sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan sudah mencukupi hal itu dua rakaat Duha yang dilaksanakannya” (HR. Muslim dari Abu Dzarr ra). Sungguh luar biasa keadilan Allah bagi keberagaman kemampuan hamba-Nya. Masih adakah alasan untuk tidak bersedekah?

Sedekah merupakan ungkapan rasa syukur hamba kepada Allah SWT atas apa yang diterimanya. Tidak terukur dan tidak pula terhitung limpahan karunia yang diterima manusia setiap saat. Bahkan, ”Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana api dapat dipadamkan dengan air, begitu pula salat seseorang selepas tengah malam” (HR. Tirmidzi No. 2616 dan Ibnu Majah No. 3973). Sementara itu, ”Harta tidak akan berkurang dengan bersedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah Ta’ala tambahkan kewibawaan baginya” (HR. Muslim No. 2588).

Sedekah berupa harta disebut Infak. Sedangkan sedekah harta (infak) yang wajib adalah zakat.   Karena itu, zakat masuk dalam rukun Islam. Ibnu Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Agama Islam ditegakkan atas lima perkara, yaitu mengucap dua kalimat syahadat, mendirikan sembahyang fardhu, mengeluarkan zakat, menunaikan haji ke Baitullah (jika mampu), dan berpuasa pada bulan Ramadan” (HR. Bukhari dan Muslim). Mengapa harta harus dizakati? Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah telah memfardhukan zakat sebagai pembersihan terhadap harta” (HR. Bukhari).

Dan khusus pada bulan Ramadan, berupa zakat fitrah. ”Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan dari kata-kata kotor, juga untuk memberi makan kepada orang miskin” (HR. Abu Daud No. 1609 dan Ibnu Majah No. 1827).

Sungguh luar biasa kasih sayang Allah, kita masih diberi kesempatan untuk  menyempurnakan saum. Adakah kita akan makin bersyukur dan mendekatkan diri pada-Nya? Semoga. (*)

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID