RAPBD Lampung 2019 Diperkirakan Defisit Ratusan Miliar - RILIS.ID
RAPBD Lampung 2019 Diperkirakan Defisit Ratusan Miliar
Bayumi Adinata
Senin | 19/11/2018 20.31 WIB
RAPBD Lampung 2019 Diperkirakan Defisit Ratusan Miliar
Rapat penyampaian Raperda APBD 2019 di ruang rapat Paripurna DPRD Lampung, Senin (19/11/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2019 Pemprov Lampung diprediksi mengalami defisit Rp119 miliar.

Hal itu terungkap dalam rapat paripurna pembicaraan tingkat I penyampaian Raperda APBD tahun 2019 di ruang rapat Paripurna DPRD Lampung, Senin (19/11/2018).

Adalah Pejabat (Pj.) Sekprov Lampung, Hamartoni Ahadis, yang menjelaskan soal defisit itu. Namun, penjelasan soal penyebab defisit kurang pas.

Hamartoni menyebut defisit karena penerimaan pembiayaan daerah diperkirakan Rp35 miliar dari sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) APBD 2018.

Sementara, pengeluaran pembiayaan Rp150 milliar yang digunakan untuk penyertaan modal investasi serta pembayaran pokok utang.

Melihat selisih antara penerimaan dan pengeluaran seharusnya RAPBD 2019 defisit Rp115 miliar, bukan Rp119 miliar, seperti dilaporkan Hamartoni.

Penjelasan yang tepat adalah soal belanja daerah yang dianggarkan Rp7,657 triliun.

Hamartoni merinci belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung Rp4,659 triliun dan belanja langsung Rp2,958 triliun.

"Berdasarkan kondisi pendapatan dan belanja, RAPBD 2019 mengalami surplus belanja Rp115 miliar," ungkap Hamartoni.

Penjelasan lain soal rencana target pendapatan daerah sebesar Rp7,7 triliun lebih.

Hamartoni menerangkan ini bersumber dari PAD Rp3,42 triliun, dana perimbangan Rp4,29 triliun, dan lain-lain pendapatan yang sah Rp58,8 miliar.

Terlepas dari itu, juru bicara Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Lampung, Ahmadi Sumaryanto, menyarankan Pemprov Lampung meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini untuk menutupi defisit.

Sebagai contoh, terus dia, mendongkrak pajak kendaraan bermotor (PKB) serta memaksimalkan peran BUMD seperti Bank Lampung, PT Lampung Jasa Utama (LJU), dan PT Wahana Rahardja.

”Selanjutnya, membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang ingin membuka peluang usaha di Provinsi Lampung," sarannya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID