Rekomendasi PDIP Menguat Rycko Menoza-Wiyadi - RILIS.ID
Rekomendasi PDIP Menguat Rycko Menoza-Wiyadi
Taufik Rohman
Jumat | 17/01/2020 20.53 WIB
Rekomendasi PDIP Menguat Rycko Menoza-Wiyadi
Wakil ketua Bidang pemenangan pemilu DPD PDI Perjuangan Endro S Yahman. FOTO:RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Rekomendasi PDI Perjuangan mulai mengerucut ke arah pasangan Rycko Menoza-Wiyadi untuk pilkada Kota Bandarlampung. 

Hal itu bisa dilihat dari statement Wakil Ketua Bidang pemenangan pemilu DPD PDI Perjuangan, Endro S. Yahman usai rapat persiapan rakerda di kantor DPD setempat. 

"Masalah rekomendasi bisa dikeluarkan. DPP akan mengeluarkan di bulan ini, tapi bertahap. Pertama itu dikeluarkan adalah yang kira-kira sudah tidak berubah lagi skenario konstelasi politik itu sudah fix enggak berubah macam-macam," ujarnya di wawancarai di DPD PDI Perjuangan Lampung, Jumat (17/1/2020). 

Anggota komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan kader yang dimaksud bukan saja kader internal namun juga eksternal. 

"Jadi kader itu,  dia yang mampu mengemban visi-misi partai atau tidak (kader eksternal)," jelas Endro. 

Karena yang sudah jelas beredar bakal calon Wali kota Rycko Menoza-Wiyadi, Eva Dwiana-Yonasyah. Endro menilai itu bagian dari simulasi mana yang lebih kuat kans menangnya. 

"Itu sudah kita simulasi, kita serahkan ke DPP. Karena semuanya baik, karena target kita adalah lebih dari target DPP 60 persen. Kita diatas itu kemenangannya," jelasnya. 

Menurutnya tahapan di DPD sudah selesai. Sementara saat ini tahap analisis dan evaluasi dari DPP.

Biasanya PDIP ini banyak jalur yang dibuka tidak hanya di DPD maupun DPC, ada juga lewat DPP. Endro menilai DPP nantinya akan memperdalam lebih jauh, jika masih perlu dilakukan penggalian. 

"Kita belum tahu ya. Tapi Ini yang sekarang biasanya jika masih perlu adalagi yang digali maka dipanggil. Tapi bagi yang tidak perlu pendalaman lagi maka akan direkomendasikan. Dan kita juga hati-hati dalam merekomendasikan ke DPP. Karena jika sampai kalah kita kena sanksi organisasi dari DPP. Makanya kita harus teliti dalam merekomendasikan," jelasnya. 

Anggota DPR RI dua periode ini menegaskan pada Pilkada 2020 ini bahwa pemenangan Pilkada itu berbasis PDI Perjuangan. 

"Artinya partai yang memenangkan kandidat, turunan kebawahnya adalah badan pemenangan pemilu (BP Pemilu), semua organ-organ partai baik BP Pemilu maupun saksinya semua dihendel oleh PDI Perjuangan. Jadi tidak ada calon membentuk saksi sendiri. Kalau mau membentuk tim sukses atau tim pemenangan sendiri itu namanya tambahan," tegasnya. 

Karena PDI Perjuangan, lanjut Endro sebagai partai pelopor berdasarkan hasil rakernas yang lalu, maka dia bertanggungjawab terhadap kesalahan yang melenceng pada kepala daerah. 

"Karena yang utama itu adalah partai. Karena kita partai pelopor. Sebab partai itu bertanggungjawab terhadap kinerja dari kepala daerah. Jadi jika ada melenceng sedikit itu dari visi-misi dari kerakyatan yang disalahkan itu adalah partai. Kalau diluar itu kita tidak bisa mengontrol," pungkasnya. (*) 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID