Rentetan Masalah RS Asy-Syifa: Dugaan Malapraktik hingga Belum Kantongi IPAL - RILIS.ID
Rentetan Masalah RS Asy-Syifa: Dugaan Malapraktik hingga Belum Kantongi IPAL
Joni Efriadi
Selasa | 25/06/2019 16.10 WIB
Rentetan Masalah RS Asy-Syifa: Dugaan Malapraktik hingga Belum Kantongi IPAL
Inilah RS Asy-Syifa Medika yang diduga belum kantongi IMB perubahan dan IPAL. FOTO: IST

RILIS.ID, Tulangbawang Barat – Sejumlah persoalan kembali melilit Rumah Sakit Asy-Syifa Medika. Selain dugaan malapraktik, rumah sakit yang berada di Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), itu ternyata belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) untuk pembangunan rumah sakit.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tubaba Iwan Mursalin mengatakan bahwa pihaknya belum pernah memberikan rekomendasi penerbitan IMB untuk pembangunan RS Asy-Syifa Medika.

“Berdasarkan catatan buku besar kami, IMB Asy-Syifa bestatus klinik, bukan rumah sakit. Dan belum pernah ada pengajuan perubahan status IMB," katanya, Selasa (25/6/2019).

Menurut Iwan, IMB yang sudah terbit adalah izin mendirikan klinik kesehatan. Izin tersebut diterbitkan saat Tubaba masih berstatus daerah otonomi baru (DOB) dan belum lama pisah dari Tulangbawang.

“Artinya RS Asy-Syifa memang belum ada IMB, karena kami tidak pernah memberikan rekomendasi untuk pembangunan rumah sakit," ujarnya.

Untuk mendapatkan IMB, lanjut Iwan, pihak rumah sakit harus kembali mengajukan permohonan perubahan IMB kepada Dinas PUPR.

“Kalau tidak ada IMB yang pasti salah. Proses pembuatan IMB ini harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Apalagi untuk rumah sakit," paparnya.

Setelah semua syarat terpenuhi, Dinas PUPR hanya memberikan rekomendasi. Terkait penerbitan IMB merupakan kewenangan Dinas  Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu.

“Intinya, kami hanya memberikan rekomendasi. Saya juga heran kok rumah sakit sudah lama beroperasi IMB belum berubah," ungkapnya.

Selain IMB, RS Asy-Asyifa Medika juga diketahui belum mengantongi izin instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Hal itu dibenarkan oleh Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Tubaba Lukman.

Menurut dia, kedua izin tersebut belum pernah diterbitkan. Bahkan pihaknya sudah berulangkali meminta manajemen rumah sakit untuk segera memproses kedua izin tersebut agar pengoperasian rumah sakit tidak bermasalah.

“Kalau IMB, pihak rumah sakit masih mengantongi izin lama, mungkin masih berstatus klinik, sementara sekarang sudah berstatus rumah sakit dan banyak bangunan sudah bertambah dan berubah. Kalau izin IPAL belum pernah kami terbitkan," jelasnya.

Terpisah, Humas RS Asy-Syifa Medika Majril membenarkan terkait proses kedua izin tersebut. Baca juga: Kain Tertinggal di Perut, Oknum di RS Asy-Syifa Dipolisikan

“Kalau IMB sudah ada, tapi memang izin lama, karena saat ini ada perubahan dan penambahan bangunan di komplek rumah sakit," katanya.

Terkait IPAL menurutnya, manajemen RS Asy-Syifa Medika tengah mengurus izin tempat penyimpanan limbah sementara, untuk limbah medis dan non-medis. Ia memastikan prosesnya sedang bergulir di Dinas Lingkungan Hidup.

“Izin IPAL inikan melibatkan pihak konsultan, setelah semuanya memenuhi syarat nanti dinas mengeluarkan rekomendasi dan pihak satupintu mengeluarkan izin," pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID