Ribuan Akun Diblokir, 143 Juta Warganet Berpotensi Radikal - RILIS.ID

Ribuan Akun Diblokir, 143 Juta Warganet Berpotensi Radikal
Rilis.id
Kamis | 17/05/2018 06.40 WIB
Ribuan Akun Diblokir, 143 Juta Warganet Berpotensi Radikal
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokir sebanyak 1.285 akun media sosial sejak pertama kali terjadi bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.

Pemblokiran ini dilakukan hanya dalam kurun tiga hingga empat hari. Selain itu, Kemenkominfo juga menyebutkan 143 juta pengguna media sosial atau warganet berpotensi terkena virus radikal.

Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika, Donny BU, mengatakan bahwa propaganda kelompok radikalisme dan terorisme kerap dilakukan di dunia maya.

Donny menceritakan pengalamannya dua tahun lalu saat berselancar di jejaring YouTube. Ia kemudian menemukan video yang membuatnya tertarik untuk melihatnya.

"Di film itu diawali ada sekumpulan anak yang sedang latihan baris-berbaris dan latihan bela diri. Ternyata, ini video ISIS (Islamic State in Irak and Syria). Menariknya, sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya," kata Donny seperti dilansir Rilis.id, Rabu (16/5/2018).

Donny menilai, film itu jelas memiliki tujuan sebagai bagian dari proses mendorong orang menjadi radikal melalui medsos.

Dengan kemasan yang dibuat di film itu, ujarnya, sangat mungkin sekali ada yang terpengaruh, terutama anak-anak.

“Jika film ini ditonton oleh anak-anak, sudah bisa dipastikan akan terpengaruh. Karena menurut saya, kemasan dalam film ini dibuat secara profesional dan mudah dicerna anak-anak,” ujarnya.

Dia menceritakan, adegan dalam video itu memperlihatkan anak-anak yang berkelompok disatukan dalam satu rumah, ruangannya gelap dan bergerak seperti pasukan dengan menggunakan infra red, mengejar sesosok musuh.

Ternyata, musuh yang dikejar itu adalah warga negara asing yang sedang diikat matanya.

"Kemudian di adegan berikutnya musuh yang mereka kejar itu dieksekusi. Terlihat sangat real,” ulas Donny.

Untungnya, lanjut Donny, film ISIS itu tidak lama ada di youtube, setelah itu langsung di-takedown.

Karena menurutnya, harus ada ketegasan atas audiovisual di media sosial yang berisi agitasi propaganda yang berbahaya seperti itu.

“Kami dari Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong penggunaan platform media sosial secara baik, sehat dan positif. Dan jelas sekali film itu sangat berbahaya. Karena itu harus di-takedown,” ulas Donny. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Tags
#Bom
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID