Ridho Membangun Destinasi Wisata sebagai Ikon Lampung - RILIS.ID
Ridho Membangun Destinasi Wisata sebagai Ikon Lampung
Adi Pranoto
Selasa | 03/04/2018 06.01 WIB
Ridho Membangun Destinasi Wisata sebagai Ikon Lampung
Ridho Ficardo. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Segan Simanjuntak

RILIS.ID, – Lampung memiliki potensi sumber daya alam sebagai destinasi wisata yang tak kalah menarik dibanding provinsi lain di tanah air. Untuk membuka ‘aura’ wisata itu hingga mampu setara dengan sebut saja Kawasan Wisata Nusa Dua, Bali, diperlukan grand design dan pengelolaan yang profesional.

Gubernur Lampung non-aktif yang juga Calon Gubernur Petahana, M. Ridho Ficardo, sudah menyiapkan planning itu. Malah, tak sekadar membangun destinasi wisata. Ridho juga sudah menyiapkan destinasi wisata yang nantinya bisa menjadi ikon Lampung.

Ridho menyebutkan, dari data yang ada saat ini setidaknya ada tiga kabupaten yang punya nilai jual tinggi dari potensi wisatanya. Yakni, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, dan Pesisir Barat.

“Bedanya, kalau Pesawaran itu sudah indah dan cantik secara alami. Lihat saja deretan pantai-pantainya, lalu Pulau Pahawang. Cuma perlu sedikit saja sentuhan untuk menyempurnakannya, seperti pengelolaan dan fasilitasnya, termasuk infrastruktur jalan agar lebih baik lagi,” terang Ridho, dalam Rilis Corner bersama Tim Rilislampung.id, Senin (2/4/2018).

Sedangkan Lampung Selatan dan Pesisir Barat, lanjut Ridho, memang diperlukan sebuah perubahan dan penataan yang disesuaikan kebutuhan. 

“Destinasi wisata di tiga kabupaten ini jika dikelola dengan profesional, memungkinkan untuk dijadikan sebagai kawasan wisata yang setara dengan tempat lain. Memang tidak bisa cepat, bahkan mencitpakan kawasan wisata Nusa Dua, Bali seperti saat ini butuh waktu sekitar 15 tahun,” ujar Ridho.

Tak sebatas menggarap kawasan wisata alam. Ridho juga punya ‘mimpi’ membangun destinasi wisata sebagai ikon Lampung.

Ridho menyebutkan, saat ini terus mematangkan Pusat Observatorium Astronomical Teropong Bintang di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rachman, Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung.  

Menurut Ridho, gagasan teropong bintang ini lahir lantaran cuma ada satu-satunya teropong bintang sejak dulu hingga saat ini, yakni Bosscha di Lembang, Kota Bandung.

Teropong itu dibangun sejak zaman Belanda. Hingga sekarang tidak ada lagi yang membangun teropong bintang. Padahal, selain untuk pengamatan benda-benda langit, jika dielaborasi dengan tempat wisata maka jelas menjadi destinasi wisata yang menarik.  

“Nah, jika ini nanti dibangun maka menjadi destinasi wisata sekaligus ikon Lampung,” ujar Ridho.  

Bahkan lanjut Ridho, dirinya menginginkan agar teropong ini lebih baik dari Bosscha. Sebab, menurutnya akan percuma jika teropong ini tak punya keunggulan dibanding pendahulunya.

“Harus lebih baik dari Bosscha. Untuk itu, saya harus bersabar karena untuk membawa teropong itu secara lengkap, harus didukung infrastruktur jalan yang memadai. Nah, untuk tahun ini kita tuntaskan dulu soal jalannya, baru tahun depan kita mulai bangun teropong itu,” kata Ridho.

Ridho optimistis, pembangunan destinasi wisata akan memberikan efek domino yang tinggi bagi perkembangan dan kemajuan masyarakat dan Provinsi Lampung.

Masuknya para wisatawan akan meningkatkan perputaran uang, sehingga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan memberikan income bagi pemerintah daerah. (*)  


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID