Pendapatan Daerah Tahun 2019 Diproyeksikan Rp7,5 Triliun - RILIS.ID
Pendapatan Daerah Tahun 2019 Diproyeksikan Rp7,5 Triliun
[email protected]
Senin | 12/11/2018 17.17 WIB
Pendapatan Daerah Tahun 2019 Diproyeksikan Rp7,5 Triliun
Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menyerahkan draf KUA-PPAS tahun anggaran 2019, Senin (12/11/2019). FOTO: HUMAS PEMPROV

RILIS.ID, Bandarlampung – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menyerahkan draf kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2019 kepada DPRD setempat, Senin (12/11/2018).

Dalam draf KUA-PPAS 2019 tersebut, Pemprov Lampung memprioritaskan perbaikan infrastruktur guna mendukung kebijakan strategis daerah, seperti ketahanan pangan, industrialisasi, dan pariwisata.

“Kita memprioritaskan infrastruktur untuk membuka akses daerah dan menggerakkan perkonomian. Sehingga terjadi pemerataan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat meningkat yang tercermin pada pendapatan daerah,” katanya saat memberikan sambutan pada rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung di ruang sidang DPRD setempat, Senin (12/11/2018).

Ridho juga memaparkan proyeksi pendapatan daerah pada tahun anggaran 2019. Nilainya mencapai Rp7,562 triliun yang terdiri dari komponen pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp3,156 triliun dan dana perimbangan Rp4,374 triliun, serta lain-lain pendapatan yang sah Rp32,078 miliar.

Di sisi belanja daerah, direncanakan Rp7,432 triliun. Diantaranya belanja tak langsung Rp4,457 triliun dan belanja langsung Rp2,975 triliun.

“Kebijakan pada sisi belanja daerah tetap diarahkan untuk menjalankan fungsi stabilisasi, alokasi, dan distribusi untuk memelihara serta mendorong kemajuan taraf hidup sosial ekonomi daerah,” ujar Ridho.

Terkait asumsi ekonomi makro, Ridho memperkirakan tumbuh pada kisaran 5,4 persen sampai 5,6 persen. Dan laju inflasi pada kisaran 3,5 persen hingga 4 persen.

“Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi tersebut, pendapatan masyarakat secara umum diharapkan mencapai Rp40,56 juta per kapita. Pemerintah daerah akan terus berupaya membangun sinergi dan koordinasi bersama lembaga, instansi, dan stakeholder terkait,” tuturnya.

Ridho menilai perkembangan ekonomi makro Lampung akan positif dan pendapatan meningkat signifikan dengan beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera, dermaga eksekutif Pelabuhan Bakauheni, dan Bandara Internasional Radin Inten II.

“Menteri Pariwisata mengatakan kalau bandara Lampung menjadi internasional, maka ada sekitar 60 persen potensi pariwisata Lampung langsung terbuka. Sehingga ke depan, kita bisa fokus untuk mempromosikan pariwasata dengan melibatkan unsur kelembagaan, instansi, swasta, dan masyarakat,” tandasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID