Rizky Meninggal, Keluarga Protes Pelayanan Puskemas Panjang - RILIS.ID
Rizky Meninggal, Keluarga Protes Pelayanan Puskemas Panjang
El Shinta
Kamis | 04/04/2019 19.35 WIB
Rizky Meninggal, Keluarga Protes Pelayanan Puskemas Panjang
Imelda menunjukkan foto adiknya, M. Rizky Syahputra yang meninggal. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Ibunda M. Rizky Syahputra, Lisnawati (44), warga Jalan Teluk Ambon Gang Gelatik No. 8 RT 09, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, hanya bisa terisak melihat gambar anak ketiganya, yang meninggal dunia, pada Rabu (3/4/2019).

Rizky tewas setelah terlibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Jalan Soekarno Hatta Baypass atau tepatnya di PJR. Dia mengalami luka serius.

Meski sudah tiada, pihak keluarga menduga Rizky meninggal akibat tidak mendapatkan penanganan serius dari petugas Puskesmas Rawat Inap Panjang.

Menurut keluarga, petugas Puskesmas Rawat Inap Panjang sempat mencueki kondisi Rizky, yang dibawa oleh salah seorang warga bernama Reno.

“Sampai di UGD puskesmas, adik saya nggak dilayani sama petugasnya, malah main handphone. Katanya mereka nggak bisa ambil tindakan karena nggak keluarganya, nggak ada yang tanggung jawab nanti,” kata Imelda (22), kakak kandung Rizky kepada awak media, Kamis (4/4/2019).

“Bang Reno itu bilang, (Reno) dia yang mau tanggung jawab, tapi dicuekin, (Petugas) masih sibuk main handphone,” sambung Imelda.

Menurut Imelda, Reno juga melihat Rizky menuntut sepeda motornya yang ringsek dihajar truk fuso. Reno saat itu memang hendak berangkat ke Puskesmas Rawat Inap Panjang untuk mengantarkan ayahnya yang sedang sakit.

Reno juga sempat membentak petugas agar segera menangani Rizky. Barulah petugas bergerak menolong Rizky dan ayah Reno yang sudah muntah-muntah.

Rizky kemudian dihampiri perawat pria dan dipasangi infus serta selang oksigen. Sementara luka-luka yang dialami Rizky tetap dibiarkan, hanya luka pada bagian pelipis yang diberi obat.

“Kata Bang Reno, adik saya sempat jatuh dari tempat tidur dan tertimpa besi penyangga infus, itu perawat ya cuek saja. Akhirnya warga yang ada di situ yang menolong. Bang Reno itu nanya ke adik saya namanya siapa, adik saya ngejawab tapi muntah darah. Setiap ditanya selalu muntah darah. Akhirnya Bang Reno berinisiatif share foto adik saya ke grup Kota Panjang di facebook, responnya luar biasa. Semuanya komentar negatif mengenai pelayanan di Puskemas Panjang,” ungkap Imelda.

Lisnawati sangat menyayangkan sikap petugas Puskesmas Panjang. Ia dan keluarganya tidak bisa segera menemukan putranya lantaran berita yang diterima masih simpang siur.

Bahkan ia sempat mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A. Dadi Tjokrodipo dan RSUDAM untuk mengecek kondisi putranya.

“Sampai di sana, anak saya sudah meninggal. Saya berteriak histeris dan hampir pingsan.Petugasnya malah bilang, sudah dibawa saja jenazahnya jangan lama-lama di sini, nangisnya di rumah saja. Saya itu baru datang loh, nggak ada satu menit di situ. Kenapa nggak ada pengertian sama sekali dari petugas, kami ini sedang berduka,” tuturnya.

Lisnawati berharap ada tindakan tegas dari pemerintah agar kejadian yang dialami anaknya tidak terjadi pada orang lain.

“Saya ikhlas, karena ini memang sudah takdirnya. Tapi yang sangat saya sayangkan, anak saya masuk ke sana itu jam 15.30 Wib dan meninggal jam 17.30 Wib, itu ada rentang waktu yang panjang buat menangani anak saya, bisa kan dirujuk. Gimana kalau ada orang luar Lampung yang kecelakaan, harus ada keluarga dulu baru ditangani? Tolonglah dianggap manusia, bukan binatang loh pasien itu,” pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID