Saat Perupa Alumni SMSR Yogyakarta Berbicara lewat Karya - RILIS.ID
Saat Perupa Alumni SMSR Yogyakarta Berbicara lewat Karya
[email protected]
Senin | 03/12/2018 10.13 WIB
Saat Perupa Alumni SMSR Yogyakarta Berbicara lewat Karya
Monroe in Mirror, lukisan karya Bunga Ilalang yang akan ditampilkan dalam pameran seni rupa di Taman Budaya Lampung, Sabtu (15/12/2018). FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Alumni Sekolah Seni Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta akan menggelar pameran seni rupa di gedung pameran Taman Budaya Lampung, Sabtu (15/12/2018).

Acara bertajuk ”Spirit of Art: Perupa Berbicara”, itu menampilkan 32 lukisan dan 1 karya instalasi.

Seni rupa itu adalah karya Bunga Ilalang dari Kota Metro, Nurbaito (Tanggamus), dan koleksi Torro Gallery (Suhut, Budi Ubruk, Cubung WP, dan Tato Kastareja).

Masing-masing pelukis menunjukan kekuatan teknik dan identitas karya dengan tematik yang berbeda-beda, sesuai pesan yang ingin disampaikan.

Bunga Ilalang misalnya, bercerita tentang feminisme budaya saat ini. Kekuatan garis-garisnya menimbulkan dekoratif berbentuk realisme.

Sementara karya Nurbaito kuat dengan konsep tematik yang membuka ruang apresiasi untuk melihat perubahan di kota-kota besar.

Dia berupaya tidak merubah budaya masa lalu yang terus berusaha mencari keadilan dengan bekerja keras demi mempertahankan hidup di zaman now agar survive.

Sedangkan, koleksi Torro Galleri menyuguhkan kertas koran yang jadi pilihan simbol karya-karya Budi Ubruk dengan identitas dan teknik yang sangat kuat.

Untuk Cubung WP menyuguhkan garapan teknik impresionisme mewarnai ruang apresiasi dan Suhut  meninggalkan karya dengan obyek pewayangan serta suryalismenya.

Terjeratnya tikus berdasi juga menjadi tema satire bagi kaum berdasi yang menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi. Tema ini menjadi pilihan Tato Kastareja.

Sementara karya instalasi ”Perjuangan Meraih Nasi Bungkus: Ada Gula di Situ Ada Semut”, memiliki pesan yang sangat kuat yang disampaikan Toro, salah satu pemilik galeri di Bandarlampung.

Proses perjalanan kreatif dengan suguhan karya lukis dan instalasi itu semua merupakan ciptaan seniman alumni SMSR Yogyakarta.

”Presentasi karya yang sangat keren di mana apresiasi digiring memasuki ruang-ruang padat dengan pesan-pesan moral yang sangat kuat untuk didiskusikan dan dibicarakan dalam kancah forum seni rupa,” ungkap Nurbaito dalam rilis yang diterima, Senin (3/12/2018).

Menurut dia, tujuan utama pameran bukan hanya jualan. Tapi seorang pelukis harus bisa mengungkapkan kegelisahan yang terjadi di sekitarnya.

”Termasuk mengeksplorasi kejadian yang terjadi di negeri ini melalui media gambar mempresentasikan dalam bentuk karya seni,” pungkasnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID