Satgas Money Politics Amankan Uang Rp200 Juta di TkB - RILIS.ID

Satgas Money Politics Amankan Uang Rp200 Juta di TkB
[email protected]
Minggu, 2018/06/24 20.46
Satgas Money Politics Amankan Uang Rp200 Juta di TkB
Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah (kiri). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Temuan dugaan money politics di Provinsi Lampung cukup besar. Jumlahnya sekitar Rp200 juta.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, menerangkan satuan tugas (satgas) money politics mengamankan uang dimaksud, Jumat (22/6/2018).

Tim bahkan mengamankan seseorang berinisial J dari rumah yang berada di kawasan Kecamatan Tanjungkarang Barat (TkB).

”Inisial J ini adalah orang yang membawa uang tersebut,” ungkap Khoir –sapaan akrabnya kepada rilislampung.id, Minggu (24/6/2018).

Praktik politik uang memang mulai marak. Seperti laporan dari Panitia Pengawas Kabupaten Lampung Tengah (Panwaskab Lamteng).

Praktik politik uang itu dilakukan seorang perempuan yang meminta warga Desa Sinar Seputih, Bangunrejo, Lamteng untuk memilih pasangan calon (paslon) Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Arinal-Nunik).

Komisioner Bawaslu Lampung Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Iskardo P Panggar, mengungkapkan laporan yang diterima dari Panwaskab Lamteng saat ini sedang diproses. 

"Kami langsung memerintahkan panwaskab setempat untuk menindaklanjuti laporan tersebut," jelas Iskardo di Kantor KPU Lampung, Minggu (24/6/2018).

Pihaknya mengapresiasi warga yang sudah peduli dengan demokrasi di Lampung, yakni segera melapor dugaan money politics ke Bawaslu atau Panwaslu.

"Kalau ada lagi temuan dari warga, buat laporan ke panwas.  Lampirkan bukti-buktinya serta yang lapor datang ke panwas, jadi jelas untuk menindaklanjutinya," imbuh Iskardo. 

Sejauh ini, Bawaslu telah membentuk tim untuk patroli pengawasan hingga ke pelosok desa, untuk memerangi dan memberantas politik uang sampai waktu pemilihan 27 Juni 2018. 

Diketahui, Minggu (24/6/2018), Nuryati warga Desa Sinar Seputih, Bangunrejo, melaporkan dugaan politik uang ke panwas setempat. 

Dalam surat laporan tersebut tertulis, pada Sabtu (23/6/2018) sekitar pukul 20.00 WIB, Nuryati yang sedang duduk di ruang tamu didatangi seorang wanita.

Perempuan itu memberikan uang Rp50 ribu dan meminta Nuryati mencoblos paslon nomor urut tiga, Arinal-Nunik. Kemudian keesokan harinya, Nuryati langsung melapor ke Panwaskab Lamteng dengan melampirkan barang bukti uang serta tiga orang saksi. 

Terpisah, liaison officer (LO) Arinal-Nunik, Yuhadi, membantah keras bahwa tim sukses (timses) bagi-bagi uang disertai ajakan memilih calon tertentu.

"Timses itu siapa-siapa? Terus yang menerima siapa? Nggak ada timses kita bagi bagi itu (uang)," tegas Yuhadi via ponselnya, Minggu (24/6/2018). 

Menurutnya, bisa saja orang lain yang melakukannya dan mengklaim bahwa itu dari paslon nomor urut tiga. Berbeda jika ada simbol Arinal-Nunik di dalam praktik itu. 

"Kalau bagi-bagikan harus kelihatan simbolnya. Inikan nggak ada. Kalau cuma amlop berisi uang dan ada tulisan yang mengatasnamakan paslon 3, kita juga bisa buat semacam itu mengatasnamakan paslon 8, misalnya," contohnya. 

Ketua DPD II Partai Golkar Bandarlampung itu menilai tindakan ini hanya untuk mendiskreditkan paslon nomor tiga. 

"Janganlah seperti itu,  jangan fitnah, di masa tenang ini ayolah kita ciptakan kondisi yang kondusif," ajaknya. (*) 

 

 

 

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)