Satu dari Dua Tahanan Polsek Natar yang Kabur Tewas - RILIS.ID
Satu dari Dua Tahanan Polsek Natar yang Kabur Tewas
Muhammad Iqbal
Minggu | 16/02/2020 19.19 WIB
Satu dari Dua Tahanan Polsek Natar yang Kabur Tewas
FOTO: IST

RILIS.ID, Bandarlampung – Satu dari dua tahanan Polsek Natar yang ditangkap di Kabupaten Lampung Timur dikabarkan meninggal dunia, Minggu (16/2/2020).

Informasi yang dihimpun tahanan itu bernama Sopyan Ali (26) warga Desa Bumi Tinggi Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Sebelumnya, Sopyan sempat dirawat IGD Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeleok sebelum meregang nyawa. Ia  diduga mengalami luka serius pada di bagian kaki dan juga wajah.

Belum ada keterangan secara jelas, penyebab tewasnya Sopyan. Namun, salah satu sumber yang enggan disebut identitasnya, mengatakan jika Sopyan diantarkan oleh petugas di IGD RSUAM pada Sabtu (15/2/2020) sore.

"Kemarin sore, sudah dibawa oleh keluarganya ke Lampung Timur," ungkapnya singkat.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edi Purnomo membenarkan bahwa dua dari empat tahanan melarikan diri dari Polsek Natar telah berhasil diamankan dua orang. Dua lainnya masih buron.

"Sudah berhasil diamankan dua orang, satunya menyerahkan diri diantarkan oleh keluarga," tulisnya kepada Rilislampung melalui aplikasi whatsApp.

Sebelumnya diberitakan, dua tahanan polsek Natar yang kabur berhasil diamankan, Jumat (14/2/2020).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan kedua tahanan berhasil diamankan berkat efek imbauan tegas Polisi secara humanis.

"Sudah ada dua tahanan yang diamanan, satu diantaranya menyerahkan diri," ungkapnya.

Kata Pandra, keduanya saat ini diamankan oleh tim Gabungan TEKAB 308 Polres Lamsel, dan Polres Lampung Timur.

Adapun keduanya kata Pandra yakni Sopyan Ali (26) warga Desa Bumi Tinggi Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

"Tahanan ditangkap dirumah orang tuanya di Lampung Timur tadi pukul 10.30 wib," tuturnya.

Tahanan kedua yakni Putra Sanjaya (21) warga Bumi Tinggi Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Pandra menambahkan saat ini masih tersisa dua tahanan yang masih dikejar.

"Dua tahanan lagi akan kami buru sampai kemanapun juga, baik dalam keadaan hidup atau meninggal dunia, intinya semangat petugas benar all out seiring bersamaan tengah berlakunya Operasi Cempaka Krakatau 2020," tandasnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID