Saum dan Neraka - RILIS.ID
Saum dan Neraka
[email protected]
Senin | 28/05/2018 06.01 WIB
Saum dan Neraka
Asrian Hendi Caya, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Lampung; Peneliti Pusat Studi dan Informasi Pembangunan

RILIS.ID, – KEWAJIBAN saum pada orang beriman pada bulan Ramadan (Qs 2:183) memang berat. Karena itu, Allah bantu dengan membelenggu setan. ”Jika tiba bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua setan (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun tidak otomatis kita dapat menjalankan saum dengan imanan wahtisaban dan belum tentu juga dapat menyempurnakannya dengan qiyam yang imanan wahtisaban. Artinya, kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh dengan motivasi yang besar untuk meraih Ramadan secara penuh.  Untuk itu, kita harus rela mengurangi kesenangan dunia.

Bila tawaran surga yang indah dan menyenangkan belum menggerakkan kita untuk meraih keutamaan Ramadan dengan penuh melalui amaliah Ramadan yang total, apakah ancaman neraka bisa membuat kita merinding sehingga menyegerakan melakukan amaliah Ramadan dengan totalitas? ”Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat” (Qs. 40: 46).

Dari Ibnu Umar RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati, maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka, maka ditampakkan kepadanya neraka, dikatakan kepadanya, ’Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah SWT membangkitkanmu pada hari kiamat’,” (HR. Muttafaqun ’alaih).

Bagaimana gambaran neraka? "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkannya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (Qs. 66: 6). ”Dan jika mereka meminta minum, niscaya akan diberi minuman air seperti logam yang terlebur dan menghanguskan muka mereka. Itulah seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling buruk” (Qs 18: 29).

Dari Nu’man Bin Basyir ra: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya seringan-ringan siksaan penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang diletakkan di bawah dua telapak kakinya dua bara api neraka sehingga mendidih otak yang ada di kepalanya. (dari sebab panasnya kedua bara api neraka tersebut). Dia mengira bahwa tidak ada orang lain yang lebih dahsyat siksaan daripadanya, padahal dialah orang yang paling ringan siksaannya” (HR Bukhari dan Muslim). Sungguh mengerikan…

Surga dan neraka adalah keadilan Allah atas hamba-Nya. Namun demikian, Allah tetap memberikan kemudahan agar manusia beriman dan bertakwa kepada-Nya, yang memang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya (Qs 51:56) sehingga berada di surga.

Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a bahwasanya Rasulullah s.a.w bersabda: ”Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun” (HR Bukhari-Muslim). ”Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi” (Tirmidzi No. 1624 dan At-Thabrani di dalam Al-Kabir 8/260, 274, 280 ). ”Barang siapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah niscaya Allah akan manjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan) 70 tahun” (HR Al-Bukhari). Masihkan kita akan berdalih untuk menghindar dari siksa neraka! Lalu apa yang memberatkan kita melakukan amaliah Ramadan dengan totalitas? (*)

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID