Sebut Bulog 'Ayam Sayur', Kadissos Lampung Minta Maaf - RILIS.ID
Sebut Bulog 'Ayam Sayur', Kadissos Lampung Minta Maaf
Bayumi Adinata
Jumat | 09/08/2019 20.21 WIB
Sebut Bulog 'Ayam Sayur', Kadissos Lampung Minta Maaf
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni. 

RILIS.ID, Bandarlampung – Serikat Karyawan (Sekar) Perum Bulog mengecam dan menyayangkan pernyataan Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Lampung Sumarju Saeni yang menyebut Bulog 'Ayam Sayur' dalam menjalankan program bantuan sosial pemerintah.

Hal itu disampaikan Sumarju pada rapat koordinasi penanganan fakir miskin wilayah I di Hotel Aston, Bekasi, Jawa Barat, pada 1 Agustus lalu.

Ketua Umum Sekar Perum Bulog Febby Novita mengatakan pernyataan hinaan kepada Bulog yang merupakan lembaga pemerintah tersebut tidak sepantasnya dilontarkan oleh pejabat publik yang notabene sebagai aparatur sipil negara.

“Serikat karyawan Perum Bulog tidak menerima pernyataan tersebut karena hanya melihat persoalan pangan dari perspektif yang sangat sempit, dan melukai jiwa korsa karyawan Perum Bulog,” tegas Febby Novita.

Lebih lanjut, Sekar Perum Bulog mendukung langkah manajemen yang telah melaporkan Kadissos Lampung tersebut ke pihak berwajib karena telah menghina Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang logistik pangan nasional ini. Juga merupakan tindakan yang kurang menyenangkan.

“Kami mendesak kepada Gubernur Provinsi Lampung memberi sanksi tegas terhadap oknum di lingkungan OPD tersebut yang dengan sengaja melakukan penghinaan terhadap institusi lain,” tambah Febby.

Dikonfirmasi terpisah, Kadissos Lampung Sumarju Saeni membenarkan pernyataannya tersebut. Dirinya mengaku sudah minta maaf terhadap pihak-pihak yang tersinggung atas ucapannya pada rapat koordinasi di Bekasi beberapa waktu lalu.

"Bukan bermaksud melecehkan, namun karena semangat kebersamaan demi suksesnya program nasional BPNT perluasan tersebut, " ujarnya kepada rilislampung.id, Jumat (9/8/2019).

Sumarju juga mengaku sudah menyampaikan permohonan maaf melalui Kepala Divre Bulog Lampung. Permintaan maaf juga ia sampaikan saat forum diskusi.

"Jadi enggak perlu diperpanjang dan dipermasalahkan lagi lah," pintanya. (*)

 

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID