Semburan Abu GAK Capai 15 Km, Pesawat Dilarang Melintas - RILIS.ID

Semburan Abu GAK Capai 15 Km, Pesawat Dilarang Melintas
El Shinta
Kamis, 2018/12/27 15.56
Semburan Abu GAK Capai 15 Km, Pesawat Dilarang Melintas
Erupsi GAK yang diambil dari pesawat Susi Air pada Minggu (23/12/2018). FOTO: SC VIDEO RRI NET

RILIS.ID, Lampung Selatan – Naiknya status Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi level III atau siaga disertai peningkatan semburan abu vulkanik.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) karenanya mengimbau maskapai penerbangan tidak melintasi GAK.

Pengamat dan Prakirawan Cuaca BMKG Natar, Lampung Selatan, Rahmat Subekti, mengatakan abu vulkanik yang keluar dari GAK mencapai 10 hingga 15 kilometer (km).

"Sebaran abu vulkanik mengikuti arah angin. Belakangan terpantau menuju barat daya. Semalam sempat mengarah ke selatan dan timur, sehingga beberapa abu mencapai Serang, Banten, dan Cilegon," kata Rahmat, Kamis (27/12/2018).

Ia menjelaskan, sebaran abu vulkanik yang tidak menentu berdasar pengamatan radar dan citra satelit, itu bisa mengganggu jalur-jalur penerbangan.

"Kalau di wilayah bandara sendiri belum terganggu dengan adanya peningkatan semburan abu vulkanik ini. Sehingga bandara masih beroperasi normal. Tetapi saat pesawat sedang dalam perjalanan, berpotensi terganggu dengan adanya abu vulkanik ini," jelas Rahmat.

Dia menjelaskan, BMKG sudah memberikan imbauan kepada maskapai untuk menghindari jalur penerbangan yang melalui GAK. Terutama, saat angin sedang bertiup kencang.

"Kami juga selalu memberikan informasi kepada pihak bandara dan maskapai sehingga mereka bisa mengetahui ke arah mana abu vulkanik terbang," pungkasnya.

Humas Bandara Radin Inten II Lamsel, Wahyu Aria Sakti, membenarkan jika ada pengalihan jalur penerbangan yang melewati GAK. Namun bandara tidak terpengaruh dengan meningkatnya aktivitas GAK.

"Kalau untuk jalur penerbangan, istilahnya sama saja seperti rekayasa lalu lintas. Kalau ada macet, dialihkan ke jalan lain. Ini karena ada semburan abu vulkanik, jadi sejumlah penerbangan yang melalui GAK dialihkan jalurnya," singkatnya. (*)

 

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)