Setop Mobil Gubernur - RILIS.ID
Setop Mobil Gubernur
Wirahadikusumah
Senin | 10/02/2020 10.24 WIB
Setop Mobil Gubernur
Oleh: Wirahadikusumah

Akhirnya saya bisa bersilaturahmi dengan Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Andi Aziz Nizar. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu dengannya.

Saya sudah cukup lama mengenalnya. Sejak awal menjadi wartawan. Mei 2008. 

Kala itu, ia masih menjabat sebagai Kasatlantas Poltabes (kini Polresta) Bandarlampung. Dulu pangkatnya masih Komisaris Polisi. Di pundaknya masih ada satu melati.
 
Kini, pangkatnya sudah Komisaris Besar Polisi. Sudah ada tiga melati di pundaknya.

Sekitar sebulan lalu, saya memang sudah menghubunginya. Melalui layanan messenger Facebook. Saya katakan kepadanya ingin berkunjung ke Kalsel. Dalam rangka menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020. Di sela-sela acara itu, saya berharap bisa bersilaturahmi dengannya.

Bang Andi -sapaan akrab saya kepada Kombes Andi Aziz Nizar- merespons niat saya itu. Dia juga berharap kami bisa bertemu di Kalsel.

Bahkan, paginya (6/2/2020) saat saya akan bertolak ke Kalsel, Bang Andi sempat menghubungi melalui WhatsApp. Ia meminta saya menyempatkan waktu agar bisa menemuinya.

”Kalau sudah sampai di Banjarmasin, kabar-kabari ya Wir,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Akhirnya, saya baru bisa menemuinya pada Jumat (7/2/2020). Sekitar pukul 11.00 WITA. Atau 1,5 jam lagi waktu Salat Jumat. Di Kalsel, azan zuhur memang dimulai sekitar pukul 12.40 WITA.
 
Saya bertemu dengannya di ruang kerjanya. Saya datang ke kantor Ditlantas Polda Kalsel ditemani tiga teman saya. Mereka adalah Pemimpin Redaksi dan wartawan Harian Momentum Andi Pandjaitan dan Agung Darma Wijaya. Serta Asisten Redaktur Lampung Post Eka Setiawan.
 
Saat saya bertemu dengan Bang Andi, kami langsung berpelukan. Saling cipika-cipiki. Untuk melepas kangen satu sama lain.

Dengan ditemani Kopi Gayo, kami lantas bernostalgia. Di masa ia masih menjabat Kasatlantas Polresta Bandarlampung. 

Memang banyak sudah yang ditorehkannya ketika berdinas di Kota Tapis Berseri. Bang Andi lah yang mempelopori light on pada sepeda motor di Bandarlampung. Kala itu, sepeda motor diproduksi tidak seperti sekarang.
 
Dulu, saat mesin dihidupkan, lampu utama sepeda motor tidak ikut hidup. Karenanya, sosialisasi light on saat itu gencar sekali dilakukannya. Bersama anggotanya di Satlantas. Untuk menekan laju angka kecelakaan lalu lintas.

Ia juga sempat menerapkan kanalisasi bagi sepeda motor di jalan raya. Sampai-sampai, ia dan anggotanya pernah memasang tali pembatas. Untuk sepeda motor di jalanan Bandarlampung.

Tidak hanya itu, Bang Andi juga yang kali pertama mempelopori tes teori SIM menggunakan sistem komputerisasi. Di Satlantas Polresta Bandarlampung. Kini, karyanya itu ditiru Satlantas lainnya di Indonesia. Hingga diterapkan sampai sekarang.

Bang Andi juga dikenal sebagai polisi pemberani. Ia tak segan menindak siapa pun yang melanggar di jalan raya.
 
Yang paling saya ingat adalah ketika ia menyetop mobil mantan Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu.

Kala itu, ia sedang melaksanakan patroli di jalanan Bandarlampung. Tiba-tiba, dari arah belakang mobil yang ditumpanginya, ada suara sirene mobil patwal Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung. Yang sedang mengawal mobil Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu. Yang akan menuju Kabupaten Lampung Timur (Lamtim). Untuk menghadiri pelaksanaan MTQ di sana.

Saat itu, Bang Andi memberhentikan iringan mobil tersebut. Sebab, mobil Patwal Dishub tidak diperkenankan melakukan pengawalan di jalan raya. Aturannya tertuang di UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kala itu, Syamsurya Ryacudu sampai turun dari mobil dinasnya. Menghampiri Bang Andi. Yang memberhentikan iringan mobilnya.

Kendati begitu, Bang Andi tetap bergeming. Ia menegaskan, mobil Patwal Dishub tidak boleh melakukan pengawalan di jalan raya.
 
Akhirnya, saat itu diputuskan mobil gubernur diperbolehkan melanjutkan perjalanan kembali. Dengan syarat, mobil patwal Dishub mengiringi dari belakang.

Namun, setelah mobil gubernur melaju kembali, Bang Andi mendapat kabar dari anggotanya, jika mobil patwal Dishub kembali ke depan mengawal mobil gubernur. 

Akhirnya, Bang Andi memerintahkan anggotanya di pos polisi Hajimena untuk menyetop kembali iringan mobil gubernur. Mobil patwal Dishub tersebut lalu diperintahkannya ditilang.

Kemudian, iringan mobil gubernur digantikan pengawalannya oleh mobil PJR polisi hingga sampai ke Lamtim.

Cerita itu adalah salah satu yang kami bahas saat mengobrol di ruang kerjanya. 

Sayang, saat itu saya tak bisa berlama-lama melepas rindu dengannya. Usai Salat Jumat bersama di Masjid Polda Kalsel, Bang Andi harus menuju Bandara Syamsudin Noor. Untuk mengecek persiapan kedatangan Presiden Jokowi.

Teruslah menjadi polisi pemberani Bang Andi. Semoga saat bertemu lagi nanti, sudah ada bintang di pundakmu. 

Tentu saya pun berharap, engkau nanti kembali berdinas di Provinsi Lampung.
 
Sukses Bang Andi! (Wirahadikusumah)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID